Mengenal MSCI, Indeks Acuan Investor Global yang Bikin IHSG Rontok hingga 8 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 14:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU/pri. Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dalam dinamika pasar keuangan global, pergerakan modal asing tidak semata ditentukan oleh kondisi ekonomi suatu negara. Lebih dari itu, keputusan investor internasional sangat bergantung pada indeks acuan global yang dijadikan referensi utama dalam menempatkan dana. Salah satu indeks paling berpengaruh dalam konteks ini adalah Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Peran MSCI kembali menjadi perhatian pasar setelah kebijakan terbarunya berdampak signifikan terhadap pasar saham Indonesia. MSCI memutuskan untuk melakukan pembekuan sementara terhadap penyesuaian indeks saham Indonesia, dengan kebijakan tersebut berlaku efektif segera.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi pasar. Tertahannya aliran dana asing akibat kebijakan MSCI berimbas langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami kejatuhan tajam sebesar 7,34 persen ke level 8.321. Tekanan tersebut bahkan memaksa Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan saham sementara waktu.

Baca Juga: IHSG Kembali Trading Halt, Purbaya Prediksi Tak Berlangsung Lama

Langkah MSCI ini diambil karena penilaian bahwa pasar saham Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan dan kelayakan sebagai tujuan investasi global. Meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan sejumlah pembenahan, khususnya terkait data free float saham, upaya tersebut dinilai masih belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor global.

Sorotan utama investor asing tertuju pada isu transparansi kepemilikan saham. Masih adanya ketidakjelasan mengenai siapa pemilik sebenarnya dari saham-saham tertentu, serta kekhawatiran terhadap pola transaksi yang terlihat bergerak secara bersamaan, menjadi faktor yang memperbesar persepsi risiko di mata MSCI.

Situasi inilah yang kemudian menjelaskan mengapa kebijakan MSCI memiliki dampak besar terhadap IHSG. Sebagai indeks rujukan global, keputusan MSCI secara langsung memengaruhi arah aliran dana institusi internasional, terutama dari investor yang portofolionya secara ketat mengikuti komposisi indeks tersebut.

Lantas, apa sebenarnya MSCI dan mengapa pengaruhnya begitu besar terhadap pasar saham global, termasuk Indonesia?

Mengacu pada penjelasan yang dilansir dari Ajaib, MSCI merupakan penyedia indeks pasar saham global yang digunakan untuk mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara dan sektor secara objektif. Indeks ini telah menjadi standar internasional bagi investor institusi dalam menyusun dan mengevaluasi portofolio investasi mereka.

Baca Juga: IHSG Trading Halt Lagi, Anjlok 8 Persen!

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1969, indeks MSCI terus mengalami pengembangan. Pengelompokan saham dilakukan berdasarkan berbagai kriteria, mulai dari negara, ukuran kapitalisasi pasar, tingkat likuiditas, hingga tema tertentu. Pendekatan ini membuat MSCI menjadi alat penting dalam membaca arah dan kesehatan pasar saham dunia.

Jenis Indeks Utama

MSCI World Index mencakup saham-saham dari negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman. Indeks ini memuat lebih dari 1.500 saham berkapitalisasi besar dan menengah, sehingga kerap dijadikan acuan utama untuk menilai kinerja pasar saham negara-negara maju secara keseluruhan.

Sementara itu, MSCI Emerging Markets Index berfokus pada negara berkembang, termasuk Tiongkok, India, Brasil, Korea Selatan, dan Indonesia. Indeks ini sering digunakan untuk mengukur potensi pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang cenderung lebih volatil, tetapi menawarkan peluang imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan pasar negara maju.

Baca Juga: Gadis Bogor Dilaporkan Hilang, Penyandang Tunarungu

MSCI juga memiliki All Country World Index (ACWI), yang menggabungkan saham dari negara maju dan negara berkembang dalam satu indeks global. Dengan cakupan yang sangat luas, MSCI ACWI menjadi patokan bagi investor internasional untuk melihat gambaran kinerja pasar saham dunia secara menyeluruh.

Selain itu, terdapat MSCI Country Index yang menilai kinerja pasar saham masing-masing negara secara spesifik, termasuk MSCI Indonesia Index. Indeks inilah yang secara langsung mencerminkan sentimen, risiko, serta daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor global.

Dengan posisi MSCI sebagai indeks acuan utama investasi internasional, setiap kebijakan atau penilaian yang dikeluarkan memiliki konsekuensi besar terhadap arus modal. Inilah yang menjelaskan mengapa keputusan pembekuan penyesuaian indeks oleh MSCI mampu memicu tekanan hebat pada IHSG dan mengguncang pasar saham domestik dalam waktu singkat.

x|close