Bos Danantara Sentil Bank BUMN, Minta Bandingkan dengan Perbankan Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 18:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengkritik kinerja perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih terjebak di zona nyaman.  Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengkritik kinerja perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih terjebak di zona nyaman. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengkritik kinerja perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih terjebak di zona nyaman. 

Ia meminta bank BUMN unttuk berhenti membandingkan kinerja di lingkup domestik dan mulai membandingkan dengan perbankan global.

Pandu menyoroti kebiasaan bank BUMN yang seringkali hanya melihat kompetitor di level bawah atau sesama bank lokal sebagai tolok ukur kesuksesan. 

"Saya setahun terakhir banyak melihat BUMN banyak sekali bank-bank kita, misalnya, melihatnya bank-bank yang lain di bawah," ucap Pandu dalam acara Prasasti Economic Forum 2026, Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.

Baca juga: IHSG Anjlok, Bos Danantara: Kalau Tak Ada Perubahan, Pasti Jatuh

"Saya bilang kenapa kamu membandingkan satu sama lain. Kamu bandingkan dengan DBS, kamu bandingkan ke JP Morgan, dengan HSBC," lanjutnya.

Pandu pun menyiggung Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah memberikan landasan yang sangat bagus bagi industri keuangan untuk naik kelas. 

Namun, hal tersebut tidak cukup bila kompetisinya hanya menargetkan pasar kecil atau negara tetangga.

"Kompetisi kita bukan negara tetangga lupakan itu. Kompetisi kita harus India, harus Hong Kong. Lihat dua North Star itu dan contoh saja jangan pergi ke pasar yang lebih kecil," ungkap Pandu.

Baca juga: Danantara Wajibkan BUMN Pelayaran Bangun Kapal di PT PAL Indonesia

Bahkan Pandu mengungkapkan tren anak muda atau pekerja masa kini terkait keseimbangan hidup. 

Menurutnya untuk menjadi kelas dunia dibutuhkan dedikasi kerja yang luar biasa.

"Saya rasa lupakan soal work life balance jika ingin maju. Kamu harus lebih agresif, kamu harus menjadi kelas dunia dalam apa yang kamu kerjakan," tandasnya.

x|close