Ntvnews.id, Jakarta - Keputusan mengejutkan datang dari pucuk pimpinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 30 Januari 2026, hanya dua hari setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan ekstrem.
Langkah tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang bergejolak tajam dalam dua hari berturut-turut. Gejolak bermula dari anjloknya IHSG hingga 8 persen, dipicu aksi jual besar-besaran oleh investor asing.
Penjualan tersebut terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia, sehingga memantik sentimen negatif yang langsung mengguncang pasar.
Asing mencatatkan net sell mencapai Rp6,17 triliun, dengan tekanan terbesar menggempur saham sektor keuangan serta sektor industri tambang. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG pada Rabu, 28 Januari 2026, ditutup merosot 7,34 persen ke level 8.320,55.
Baca Juga: Dirut Bursa Efek Indonesia Iman Rachman Resmi Mundur di Tengah Gejolak Pasar Modal
Sepanjang hari indeks tidak pernah keluar dari zona merah, bergerak di rentang 8.187 hingga 8.596. Kejatuhan ini berlanjut keesokan harinya, Kamis, 29 Januari 2026, menjadikan dua hari perdagangan penuh tekanan yang menjadi sorotan luas pelaku pasar.
Situasi inilah yang mendorong Iman Rachman memilih untuk mengakhiri masa jabatannya lebih awal, meski periode kepemimpinannya sebenarnya belum habis.
Profil Iman Rachman: Rekam Jejak Panjang di Pasar Modal dan BUMN
Iman Rachman menjabat sebagai Direktur Utama BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Berdasarkan situs resmi BEI, ia dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia pasar modal, keuangan korporasi, serta strategi bisnis, baik di jasa keuangan maupun di lingkungan BUMN.
Perjalanan profesional Iman dimulai pada 1998–2003 ketika ia menjabat sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Mandiri Sekuritas. Di perusahaan tersebut, ia menempati posisi Direktur Investment Banking selama lebih dari satu dekade, yaitu pada 2003–2016.
Pengalaman panjang itu mengukuhkan namanya sebagai bankir investasi dengan pemahaman mendalam terhadap transaksi korporasi dan dinamika pasar keuangan.
Baca Juga: Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Hingga 130 Cm
Selepas dari industri sekuritas, Iman melanjutkan kiprahnya di sejumlah perusahaan pelat merah. Ia dipercaya sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016–2018, kemudian menjalankan peran yang sama di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019.
Pada periode 2019–2020, ia ditugaskan sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), entitas BUMN yang fokus pada pengelolaan aset serta restrukturisasi.
Menjelang penunjukannya sebagai Dirut BEI, posisi terakhir yang diemban Iman adalah Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020–2022.
Latar Belakang Pendidikan
Iman Rachman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1995. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Inggris dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman saat konferensi pers Respon Kebijakan OJK Mengantisipasi Volatilitas Perdagangan Saham di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025. (ANTARA)