Ntvnews.id, Jakarta - Tiga perusahaan milik Elon Musk, yaitu SpaceX, xAI, dan Tesla, dilaporkan tengah dijajaki untuk kemungkinan melakukan penggabungan usaha atau merger.
Mengutip laporan TechCrunch pada Jumat, 30 Januari 2026, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal. Namun, sejumlah skenario yang dikaji berpotensi membuat setidaknya satu dari perusahaan itu bergabung ke dalam struktur SpaceX.
Dua opsi utama disebut sedang dipertimbangkan. Opsi pertama adalah penggabungan antara SpaceX dan Tesla. Sementara opsi lainnya membuka peluang merger antara SpaceX dan xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk yang sebelumnya telah mengakuisisi platform media sosial X.
Penggabungan SpaceX dengan xAI disebut-sebut dapat terealisasi sebelum rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. Jika rencana tersebut terwujud, berbagai produk akan berada di bawah satu entitas, mulai dari chatbot Grok, platform X, layanan satelit Starlink, hingga roket milik SpaceX.
Hingga kini, pihak SpaceX maupun xAI belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kemungkinan penggabungan tersebut. Meski demikian, dokumen perusahaan menunjukkan bahwa dua entitas korporasi baru telah didirikan di negara bagian Nevada pada 21 Januari, yakni K2 Merger Sub Inc. dan K2 Merger Sub 2 LLC. Kehadiran dua entitas ini memicu spekulasi bahwa berbagai opsi konsolidasi tengah disiapkan.
Langkah penggabungan ini dinilai menawarkan sejumlah potensi keuntungan. Jika SpaceX dan xAI bergabung, peluang penempatan pusat data xAI di luar angkasa dapat terbuka, sebuah gagasan yang sebelumnya pernah disampaikan oleh Elon Musk. Sementara itu, integrasi SpaceX dengan Tesla berpotensi menyelaraskan bisnis penyimpanan energi kendaraan listrik Tesla dengan konsep pusat data berbasis luar angkasa.
Upaya konsolidasi tersebut juga dinilai sejalan dengan strategi Elon Musk dalam beberapa waktu terakhir untuk menyatukan atau setidaknya berbagi sumber daya antarperusahaannya. Pada tahun lalu, SpaceX dilaporkan mengucurkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS ke xAI. Tesla juga mengungkapkan telah menanamkan dana dengan nilai yang sama ke perusahaan rintisan kecerdasan buatan tersebut.
Pada tahun sebelumnya, xAI mengakuisisi X melalui kesepakatan yang menilai xAI sebesar 80 miliar dolar AS dan X sebesar 33 miliar dolar AS. SpaceX sendiri, yang berdiri sejak 2002, dilaporkan memiliki valuasi sekitar 800 miliar dolar AS dalam penjualan saham sekunder, menjadikannya salah satu perusahaan swasta dengan nilai tertinggi di Amerika Serikat.
Sementara itu, laporan Financial Times menyebutkan bahwa Elon Musk berencana membawa SpaceX melantai di bursa pada Juni mendatang, meskipun sejumlah rencana besar Elon di masa lalu kerap mengalami perubahan jadwal.
(Sumber: Antara)
Sumber Antara
Ilustrasi - Elon Musk memegang boneka Air Force One saat tiba di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu (19/2/2025) (Antara)