Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Nusantara TV, Randy Tampubolon, menegaskan bahwa ekonomi Indonesia berada pada jalur pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pembukaan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang digelar pada Selasa, 4 Februari 2026.
Mengusung tema “Enhancing National Resilience for Sustainable Growth”, forum tahunan ini menjadi ajang diskusi strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi industri untuk membedah arah ekonomi nasional ke depan.
“Ekonomi global saat ini tidak berada pada fase yang mudah. Ketidakpastian geopolitik masih tinggi, fragmentasi ekonomi semakin terasa, dan normalisasi kebijakan moneter negara maju belum sepenuhnya selesai,” ujar Randy dalam sambutannya.
Namun demikian, ia menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat. Struktur pertumbuhan nasional yang didominasi oleh permintaan domestik, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi dalam negeri, hingga belanja pemerintah menjadi bantalan utama dalam menghadapi gejolak global.
Randy menyebut, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh faktor domestik, menjadikan perekonomian nasional tidak lagi mudah rapuh terhadap guncangan eksternal. Selain itu, cadangan devisa Indonesia hingga 2025 tercatat berada di atas USD 156 miliar, setara dengan pembiayaan impor lebih dari enam bulan.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Tekanan Global
“Indikator ini memberi ruang stabilitas yang cukup kuat dan menempatkan Indonesia pada proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kebijakan fiskal pemerintah, salah satunya melalui program makan bergizi gratis dengan alokasi anggaran lebih dari Rp300 triliun pada 2026, sebagai contoh nyata kebijakan yang mendorong permintaan riil di daerah, menggerakkan UMKM, serta membuka lapangan kerja berskala luas.
Meski optimistis, Randy mengingatkan bahwa tantangan struktural tetap harus diwaspadai. Penyederhanaan perizinan, penurunan biaya logistik, serta peningkatan produktivitas antarwilayah dinilai masih perlu diperkuat agar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dapat berkelanjutan.
“Tanpa perbaikan struktural yang konsisten, akselerasi pertumbuhan akan sulit dicapai. Investasi, termasuk investasi asing, harus terus didorong hingga ke daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Randy menekankan peran Nusantara TV sebagai media nasional yang tidak hanya menyajikan angka dan grafik ekonomi, tetapi juga menjaga ruang publik tetap jernih dan berimbang.
“Kami tidak membangun euforia, juga tidak menghakimi kebijakan. Peran kami adalah menyampaikan optimisme berbasis data, sekaligus menghadirkan kehati-hatian ketika risiko nyata ada di depan mata,” katanya.
Melalui Nusantara Economic Outlook, Nusantara TV berkomitmen menjadi jembatan antara kebijakan, pasar, dan masyarakat ruang dialog terbuka tempat gagasan diuji, kebijakan dikawal, dan masa depan ekonomi Indonesia dibahas secara dewasa.
Forum NEO 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Keuangan RI yang kini menjabat Komisaris Utama MindID, Fuad Bawazier, Anggota Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto, Staf Ahli Kemenko Pangan Suden Santoso, serta akademisi dan pelaku industri dari berbagai sektor.
Menutup sambutannya, Randy mengajak seluruh peserta untuk mengikuti forum dengan semangat dialog berbasis data dan kolaborasi.
“Selamat mengikuti Nusantara Economic Outlook 2026. Semoga lahir gagasan-gagasan untuk Indonesia yang maju dan mandiri,” pungkasnya.
Randy Tampubolon (YouTube)