Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti Iran sebagai salah satu titik rawan geopolitik global yang berpotensi memberi dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikan AHY dalam acara Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026.
Menurut AHY, konflik dan ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak bisa dipandang sebagai isu regional semata. Iran, kata dia, memiliki posisi strategis dalam jalur energi dan perdagangan global sehingga setiap eskalasi konflik berisiko memicu efek berantai ke berbagai negara.
“Kita ikuti kira, bagaimana sekarang sudah terjadi ketegangan yang semakin tajam. Kapal-kapal sudah diperangkan,” kata AHY di Nusantara Ballroom pada Rabu, 4 Februari 2026.
AHY menekankan bahwa Iran memiliki faktor sumber daya alam yang menjadikannya pusat perhatian kekuatan global. Kekayaan minyak di kawasan tersebut membuat setiap konflik memiliki konsekuensi serius terhadap pasokan energi dunia.
“Mengapa kira? Kira punya apa? Punya minyak juga,” lanjut dia.
Baca Juga: AHY Soroti Greenland, Mineral Kritis dan Arktik Jadi Rebutan Kekuatan Dunia
Ia menjelaskan, gangguan di kawasan strategis seperti Iran akan berdampak pada jalur distribusi energi dan perdagangan internasional. Dampak tersebut, lanjut AHY, tidak hanya dirasakan negara-negara di sekitar kawasan konflik, tetapi juga negara yang secara geografis berada jauh, termasuk Indonesia.
“Apapun yang terjadi di sana akan mengganggu suku air. Akan meningkatkan biaya transportasi,” ungkapnya.
AHY mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa merasa aman hanya karena letaknya jauh dari pusat konflik global. Ia menegaskan, dinamika geopolitik di luar negeri akan tetap berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas nasional.
“Indonesia tidak dekat dengan Venezuela. Indonesia tidak dekat dengan Iran. Tetapi apa yang terjadi di luar negeri lain akan berpengaruh langsung terhadap Indonesia,” ujarnya
Dalam konteks tersebut, AHY menilai ketegangan yang melibatkan Iran menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor energi, pangan, dan infrastruktur. Ia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik global tidak bisa dianggap remeh.
“Dan jangan anggap bahwa perang dunia tidak mungkin terjadi kembali,” jelas AHY.
Menurut AHY, dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi, di mana konflik geopolitik, perebutan sumber daya, dan kepentingan ekonomi saling berkaitan. Karena itu, Indonesia harus membangun daya tahan dan kemandirian agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak ketika krisis global terjadi.
Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (NTV)