Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan Kementerian Koperasi siap mendukung pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi kreatif, khususnya melalui penguatan kelembagaan koperasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri pameran kerajinan tangan Inacraft 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Ia menyebut Kemenkop siap membantu sekaligus mendorong para pelaku usaha perempuan untuk memiliki badan usaha berbasis koperasi.
“Kami juga siap mendukung koperasi-koperasi dari pengusaha perempuan dan peserta Inacraft,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, Inacraft merupakan ajang yang selalu diminati baik oleh peserta maupun pengunjung. Selain itu, pameran tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor ekonomi kreatif.
Terkait produk UMKM yang ditampilkan dalam Inacraft, Ferry menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi membuka peluang agar produk-produk tersebut dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi di berbagai wilayah.
“Kami mempersilakan produk-produk dari Inacraft dijual di koperasi-koperasi, termasuk di koperasi desa dan kelurahan. Kita siap, justru itu yang bagus,” ujarnya.
Baca Juga: Menekraf dan Menko PM Perkuat Kolaborasi Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana Sumatera
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor fesyen dan kriya menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional dengan total nilai ekspor mencapai 28,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp476,3 triliun dengan kurs Rp16.780 per dolar AS pada periode Januari hingga November 2025.
BPS mencatat, subsektor fesyen membukukan nilai ekspor sebesar 16,37 miliar dolar AS atau sekitar Rp274,7 triliun, sedangkan subsektor kriya menyumbang 12,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp201,9 triliun.
Inacraft 2026 sendiri berlangsung pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan menghadirkan 1.013 stan. Pameran ini diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas perajin, pelaku UMKM, serta perwakilan dinas, dengan fokus utama pada penguatan peran womenpreneurs Indonesia.
Asosiasi Eksportir dan Produsen Indonesia (Asephi) selaku penyelenggara menargetkan nilai transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar serta kontrak dagang sebesar 1,5 juta dolar AS selama pameran berlangsung.
Baca Juga: Menekraf Ungkap 3 Modal Utama Ekonomi Kreatif Nasional
(Sumber: Antara)
Koleksi fesyen ditampilkan dalam pameran kerajinan tangan Inacraft 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. (ANTARA/Shofi Ayudiana) (Antara)