BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,39 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 15:04
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pada triwulan-IV 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Dengan demikian, ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh 5,11 persen (c-to-c), meningkat dari  pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen (c-to-c).

”Ekonomi Indonesia pada triwulan-IV 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” jelas Amalia  pada konferensi pers di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.

Sebagai pembanding, ekonomi sejumlah negara tetangga juga mencatat pertumbuhan positif pada triwulan-IV 2025 (y-on-y), di antaranya: Vietnam 8,5 persen, Singapura 5,7 persen, Malaysia 5,7 persen, dan Filipina 3,0 persen.

Baca juga: BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

Secara tahunan (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8,0 persen, diikuti Tiongkok 5,0 persen, Malaysia 4,9 persen, dan Singapura 4,8 persen.  

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan-IV 2025.

Menurut BPS, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan-IV 2025 utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur Nataru.

Berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai paket stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli, mendorong aktivitas ekonomi, dan pemberdayaan generasi muda.

Baca juga: BPS: Produksi Beras 2025 Capai 34,69 Juta Ton, Naik 13,29 Persen

Sejumlah indikator turut menunjukkan perkembangan yang positif, antara lain transaksi online dari e-retail dan marketplace,  serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit.

”Jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat, tumbuh sebesar 13,42 persen (y-on-y) pada triwulan-IV 2025, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan rel dan angkutan laut,” jelas Amalia.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan-IV 2025 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 6,12 persen.

Angka ini didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan serta mesin dan peralatan. Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat sebesar 4,55 persen.

Selanjutnya, ekspor barang dan jasa pada triwulan-IV 2025 tumbuh sebesar 3,25 persen (y-on-y) didorong peningkatan ekspor komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, mesin serta peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.

Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor jasa.

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat bahwa lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB triwulan-IV 2025, yaitu industri pengolahan (19,20 persen), perdagangan (13,24 persen), pertanian (11,56 persen), konstruksi (10,16 persen), dan pertambangan (8,93 persen).

Beberapa sektor mencatat pertumbuhan yang tinggi, seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh hingga 8,98 persen, informasi dan komunikasi yang tumbuh hingga 8,09 persen, serta jasa keuangan yang tumbuh hingga 7,92 persen.

Baca juga: BPS: Cabai Rawit Hingga Telur Ayam Ras Jadi Penyumbang Deflasi Januari 2026

BPS mencatat industri pengolahan tumbuh sebesar 5,40 persen pada triwulan-IV 2025 (y-on-y). Kinerja sektor ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

 "Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Amalia.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,07 persen pada triwulan-IV 2025 (y-on-y) seiring meningkatnya produksi domestik​.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan barang-barang domestik khususnya produk pertanian dan industri pengolahan.

Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 8,09 persen pada triwulan-IV (y-on-y), didorong oleh meningkatnya lalu lintas data dan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.

Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 5,14 persen didorong oleh meningkatnya  permintaan domestik.

Sepanjang tahun 2025, BPS mencatat bahwa seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada tahun 2025 (c-to-c), kecuali sektor pertambangan.

Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi secara umum melanjutkan tren pertumbuhan positif.

Permintaan domestik dan luar negeri mampu mendorong sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,30 persen pada tahun 2025 (c-to-c). Kinerja sektor ini terutama ditopang oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional.

Selanjutnya, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor motor tumbuh sebesar 5,49 persen tahun 2025 (c-to-c) didorong oleh peningkatan produksi domestik dan impor.

Baca juga: BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD41,05 Miliar Sepanjang 2025

Sektor pertanian tumbuh impresif sebesar 5,33 persen pada tahun 2025 (c-to-c), didorong peningkatan produksi domestik seperti tanaman pangan dan peternakan. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 8,35 persen, tertinggi dalam 5 tahun terakhir, seiring tingginya penetrasi internet dan meningkatnya traffic data untuk memenuhi keperluan masyarakat dan bisnis.

x|close