Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 17:04
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri keuangan Juda Agung Wakil Menteri keuangan Juda Agung (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Hal tersebut disampaikan Juda Agung usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Juda, koordinasi lintas otoritas menjadi pesan utama Presiden dalam upaya memastikan efektivitas kebijakan ekonomi pemerintah.

"Enggak, enggak ada. Tapi intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wakil Menteri Keuangan

Lebih lanjut, mengenai kebijakan moneter pascapelantikannya sebagai Wamenkeu, Juda menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap berada di bawah kewenangan Bank Indonesia.

"Selama itu kebijakan moneter, saya kira itu di dalam wilayah Bank Indonesia ya. Gitu,” katanya.

Wakil Menteri keuangan Juda Agung <b>(NTVnews)</b> Wakil Menteri keuangan Juda Agung (NTVnews)

Juda juga menyoroti langkah-langkah yang telah dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam upaya memperkuat integritas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak.

"Ya saya kira apa yang sudah dilakukan oleh Pak Purbaya ya di dalam 4 bulan terakhir ini adalah upaya-upaya untuk memperkuat, untuk mengurangi risiko dari korupsi di dua lembaga itu. Saya kira seperti yang juga disampaikan bahwa proses hukum tentu saja harus didorong walaupun ada pendampingan dari Kementerian Keuangan. Saya kira itu sudah langkah yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Saksikan Pengucapan Sumpah Jabatan Adies Kadir sebagai Hakim MK di Istana Negara

Lebih lanjut, Juda menilai pengalamannya di Bank Indonesia akan menjadi modal penting dalam membangun sinergi kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter.

"Ya tentu saja pengalaman saya yang cukup lama di Bank Indonesia, kemudian di otoritas fiskal, ini tentu saja sinerginya akan lebih baik. Begitu juga Pak Thomas yang dulunya di otoritas fiskal kemudian di moneter. Jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik dibanding kalau masing-masing di otoritasnya, gitu ya. Saya kira cukup,” tutup Juda.

x|close