Rosan Roeslani Tegaskan Indonesia di Jalur Tepat Capai Pertumbuhan 8 Persen, Siap Gandeng Temasek dan Khazanah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 20:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/CEO Danantara CNA Summit 2026 Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/CEO Danantara CNA Summit 2026 (CNA)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang Merupakan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sekaligus menarik lebih banyak investasi asing.

Hal tersebut disampaikan Rosan dalam CNA Summit 2026 yang digelar di Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Kamis, 5 Februari 2026.

"Menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen, kami percaya bahwa Indonesia berada di jalur yang benar, tetapi kami hanya perlu mempercepat implementasinya,” kata Rosan.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil melampaui target nasional investasi pada tahun lalu dengan capaian sebesar US$120 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut harus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, sektor swasta, dan investor asing.

Baca Juga: Danantara Jadwalkan Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Besok

Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan investor negara asing seperti Temasek dari Singapura dan Khazanah Nasional dari Malaysia dalam investasi bersama di kawasan.

"Di Indonesia, kami memiliki potensi yang sangat besar, tetapi yang paling penting adalah investasi yang berkualitas. Kami perlu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, karena sumber daya manusia adalah kunci jika kita ingin pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/CEO Danantara CNA Summit 2026 <b>(CNA)</b> Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/CEO Danantara CNA Summit 2026 (CNA)

Ia menambahkan, potensi Indonesia sejalan dengan tren investasi berkualitas di tingkat global.

"Jika kita berbicara tentang potensi Indonesia, saya pikir itu sejalan dengan kualitas investasi di seluruh dunia,” kata Rosan.

Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan pertamanya, Rosan menyebut Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$800 miliar hingga 2029. Angka tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan investasi selama satu dekade terakhir yang mencapai US$500 miliar pada periode 2014–2024.

Selain sektor industri dan manufaktur, Rosan juga menyoroti peluang besar Indonesia di sektor energi terbarukan dan ekonomi digital. Pemerintah, kata dia, tengah mempersiapkan langkah untuk menarik lebih banyak investasi pusat data, khususnya di Batam.

x|close