Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara melaporkan total penerimaan pajak hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun.
secara netto penerimaan pajak hinga akhir Februari tumbuh 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penerimaan pajak di awal tahun ini ditopang oleh penerimaan pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
"Rp245 triliun itu ada PPh dan PPN dan lain-lainnya," ucap Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu 11 Maret 2026.
Baca juga: 6,6 Juta Wajib Pajak Lapor SPT, Akitvasi Coretax Tembus 15,6 Juta
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan pajak penghasilan (PPh) tumbuh 3-4 persen.
Lebih rinci, PPh badan tumbuh 4,4 persen dengan realisasi Rp23,7 triliun, PPH orang pribadi dan PPh 21 tumbuh 3,4 persen dengan realisasi Rp29 triliun.
Lalu, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 tumbuh 4,4 persen dengan realisasi Rp52,2 triliun.
Suahasil menekankan pertumbuhan PPN dan PPnBM mencapai 97,4 persen dengan realisasi Rp85,9 triliun.
Baca juga: Wamenkeu Minta Penerima LPDP Hormati Uang Rakyat, 44 Awardee Kena Sanksi
Terakhir untuk pajak jenis lainnya tumbuh 24,2 persen dengan realisasi Rp54,4 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa diperekonomian kita transaksi berjalan terus. Kegiatan ekonomi, aktivitas ekonomi berjalan terus," tandasnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara melaporkan total penerimaan pajak hingga akhir Februari mencapai Rp245,1 triliun. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)