Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BNI Capai Rp197 Triliun Sepanjang 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 22:30
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
BNI BNI (BNI)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan sekitar 22 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan selama periode tersebut dan mencerminkan penguatan peran BNI dalam mendorong pembiayaan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta pengelolaan risiko jangka panjang.

Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar menyatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembangkan bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” kata Alexandra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pembiayaan berkelanjutan BNI disalurkan ke berbagai sektor strategis, di antaranya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, serta pengelolaan air dan limbah.

Sepanjang 2025, BNI juga memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan melalui tiga pilar utama yang tertuang dalam ESG Blueprint, yakni sustainable finance, corporate sustainability, serta inclusion and resilience. Ketiga pilar tersebut mengintegrasikan kerangka ESG dengan lima pilar keberlanjutan BNI sebagai fondasi penerapan prinsip environmental, social, and governance secara menyeluruh di seluruh lini bisnis.

Dari sisi pembiayaan, perseroan terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan skema sustainability-linked loan dan green financing. Skema tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja ESG debitur sekaligus mendukung upaya penurunan emisi menuju target net zero emission pada 2060.

Komitmen keuangan berkelanjutan BNI juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA, serta Green Bond senilai Rp5 triliun pada 2022. Dana yang diperoleh dari penerbitan instrumen tersebut dialokasikan untuk pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional maupun internasional.

Selain pembiayaan, BNI memperkuat peran advisory kepada debitur dalam proses transisi menuju praktik usaha berkelanjutan. Perseroan meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit dan memberikan pendampingan teknis kepada debitur di sektor AFOLU, konstruksi dan real estate, serta transportasi dan logistik dalam penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.

Di sisi operasional, BNI menerapkan konsep zero waste to landfill dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle di lima kantor pusat. Sepanjang 2025, perseroan mendaur ulang 611,5 ton limbah padat atau setara dengan 100 persen dari total limbah padat yang dihasilkan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional,” kata Alexandra.

Dengan capaian tersebut, BNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan ESG serta tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

(Sumber: Antara)

x|close