A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Indonesia Jadi Eksportir Sawit Terbesar Dunia, Serap Tenaga Kerja 19,5 Juta - Ntvnews.id

Indonesia Jadi Eksportir Sawit Terbesar Dunia, Serap Tenaga Kerja 19,5 Juta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 22:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kebun sawit Kebun sawit (Info Sawit)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menyampaikan bahwa kelapa sawit berperan besar dalam perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan Indonesia saat ini merupakan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, sekaligus menjadikan sawit sebagai pemain utama dalam perekonomian nasional.

“Sawit merupakan aset strategis nasional untuk ekonomi dan tenaga kerja. Dengan adanya sawit, dampak kepada tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja ini menjadi semakin tinggi,” ujar Zaid dalam media briefing, Selasa, 10 Februari 2026.

Zaid menjelaskan jumlah tenaga kerja yang bergerak di sektor sawit terus meningkat.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Baca juga: Sawit Kunci Swasembada Energi Nasional

Adapun pada tahun 2020 tenaga kerja sawit tercatat sekitar 16,2 juta orang, angka tersebut kini telah meningkat menjadi 19,5 juta orang.

Menurut Zaid, tenaga kerja di sektor sawit tersebar di berbagai bidang, mulai dari mandor, pemanen, hingga sektor transportasi dan kegiatan pendukung lainnya. 

"Dari berbagai macam potensi yang mereka punya, apakah menjadi mandor, apakah jadi pemanen atau jadi sektor transportasi dan lain sebagainya. Ini hasil-hasil dari sawit ini akan berdampak pada kontribusi ekonomi nasional yang terus menguat," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Zaid menyampaikan Indonesia masih berada di bawah Malaysia dari sisi produktivitas. Namun, dari luas lahan dan total produksi Indonesia tetap menjadi produsen sawit terbesar di dunia.

"Saat ini memang kita masih di bawah Malaysia dari sisi produktivitas. Tapi dari sisi ruas lahan, dari sisi jumlah hasil produksinya memang Indonesia adalah yang terbesar di dunia," bebernya.

Zaid juga menyoroti peran strategis sawit melalui program biodiesel dimana pemerintah telah menjalankan program B40 atau kandungan biodiesel berasal dari bahan bakar nabati berbasis sawit.

Baca juga: Prabowo Sebut Kelapa Sawit Tanaman Ajaib: Hampir Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya

"Dengan B40 artinya apa, artinya 40 persen bahan bakar biodiesel itu berasal dari bahan bakar nabati sawit. Artinya kurang lebih 40 persen devisa bisa dihemat," jelas Zaid. 

"Yang harusnya kita beli 100 persen misalnya bahan bakar fosil dari luar, dengan adanya program B40 ini akan terjadi penghematan devisa," lanjutnya.

Ia menjelaskan pada 2024, program B40 tercatat mampu menghemat devisa negara hingga Rp147,5 triliun. 

Penghematan tersebut berasal dari pengurangan impor bahan bakar fosil yang digantikan oleh biodiesel berbasis sawit.

x|close