Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto selama dua hari berturut-turut bertemu dengan puluhan pengusaha di kediamannya di Hambalang, Bogor.
Pada Senin, 9 Februari 2026 malam, Prabowo menerima 22 pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Sehari berikutnya atau Selasa, 10 Februari 2026 malam, Prabowo menerima lima konglomerat, yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Garibaldi Thohir atau Boy Thohir (Adaro Energy), Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group), Anthony Salim (Salim Group), dan Franky Widjaja (Sinar Mas Group).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan dalam pertemuan dengan Prabowo itu, para pengusaha menyampaikan kekhawatiran mereka atas maraknya produk impor. Para pengusaha khawatir serbuan produk impor akan mengganggu industri nasional.
"Mereka, seperti biasa, sudah melaporkan sebelumnya bahwa mereka sangat khawatir terhadap barang impor yang bisa mengganggu kelancaran produksi dari industri nasional," kata Airlangga seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga: Airlangga Hingga Bahlil Sambangi Istana Bertemu Prabowo, Bahas Apa?
Dikatakan, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk membendung serbuan produk impor.
"Sebetulnya itu kan sudah ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah, antara lain melalui berbagai safeguard," katanya.
Selain soal produk impor, para pengusaha berkomitmen untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.
"Yang paling penting adalah seluruh pengusaha, baik yang tergabung dalam Apindo, mereka berada dalam sektor riil dan tentunya akan terus mendorong untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Komitmennya seperti itu," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bakom)