Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis proses negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) berjalan aman.
Luhur mengungkapkan hal itu lantaran Presiden AS Donald Trump disebut menghormati Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya lihat hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Trump itu sudah sangat dekat. Dan saya dengar dari orang-orang di sekitarnya juga mengatakan dia (Trump) menghormati Presiden Prabowo,” ucap Luhut, Jumat 13 Februari 2025.
Lebih lanjut, Luhut mengakui masih ada beberapa masalah kecil dalam proses negosiasi.
Baca juga: Luhut Bantah Isu Tekanan Asing dalam Evaluasi IUP Tambang Emas Martabe
Namun, kendala tersebut masih di bawah kendali Pemerintah Indonesia, yang negosiasinya dinakhodai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Saya kira Pak Airlangga sudah bekerja keras dengan tim. Saya pikir (negosiasi) mereka nanti biarlah tetap di White House. Kita doakan saja,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto siap menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) bersama Presiden AS Donald Trump, setelah penyusunan draf perjanjian (legal drafting) rampung.
Menko Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2), menyatakan akan ada penandatangan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat berbarengan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP).
Baca juga: Cek Fakta: Prabowo Marahi Luhut Soal IMIP Morowali
Dalam perjanjian ini, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya. (Sumber:Antara)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)