Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kementeriannya tengah mengidentifikasi 1,1 juta hektare lahan perhutanan sosial yang akan diarahkan untuk penanaman komoditas seperti kopi, pala, dan kakao. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Menurut Menhut, proses identifikasi tersebut dilakukan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) agar pengembangan komoditas perkebunan dapat berjalan secara terintegrasi dan produktif.
"Ada 1,1 hektare (perhutanan sosial) yang diidentifikasi untuk menanam kopi, pala, kemudian cokelat," kata Menhut saat ditemui di sela-sela Acara Lesson Learned Workshop bertajuk Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan, total kawasan perhutanan sosial saat ini telah mencapai 8,3 juta hektare. Kawasan tersebut dikelola dalam kerangka pemberdayaan masyarakat dengan tetap menekankan prinsip kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.
Kementerian Kehutanan kini memproyeksikan 1,1 juta hektare dari kawasan tersebut untuk dikembangkan melalui pola agroforestri. Skema ini dinilai mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.
"Insya Allah masyarakatnya berdaya, kesejahteraan meningkat, tapi hutan juga tetap lestari," kata Menhut.
Meski demikian, ia belum merinci wilayah mana saja yang masuk dalam identifikasi lahan seluas 1,1 juta hektare tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk program pengembangan tanaman perkebunan nasional pada 2026 di lahan seluas 870 hektare yang tersebar di berbagai daerah.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas perkebunan seperti kopi, kelapa, kakao, alpukat, dan lainnya.
Baca Juga: Menhut: Konsesi PBPH yang Dicabut Pascabencana Sumatera Bisa Dikelola BUMN
Selain mendorong nilai tambah ekonomi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan lingkungan, pangan, dan energi nasional.
Pengembangan tanaman perkebunan, terutama di wilayah pegunungan dengan kemiringan tinggi, dinilai berfungsi menahan erosi sehingga berpotensi mencegah longsor dan banjir di masa mendatang.
"Ini program arahan Bapak Presiden. Kami tahun ini akan menanam tanaman perkebunan. Itu hilirisasi, ini juga berfungsi untuk menahan erosi," ujar Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjawab pertanyaan awak media ditemui di sela-sela Acara Lesson Learned Workshop bertajuk Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026. ANTARA/Harianto (Antara)