Ntvnews.id, Washington D.C - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan isi kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mencakup berbagai sektor, mulai dari minyak dan gas hingga Freeport. Seluruh perjanjian tersebut akan segera ditindaklanjuti sesuai tahapan implementasi yang telah disepakati.
"Begitu selesai 90 hari diimplementasikan, maka akan kita langsung jalankan. Supaya apa, ini membangun trust antara kedua belah pihak," kata Bahlil dalam tayangan langsung dari Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat dalam merealisasikan kesepakatan tersebut agar iklim investasi di Indonesia semakin kondusif dan memberikan rasa aman bagi investor, khususnya dari Amerika Serikat.
"Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang disepakati akan memberikan keuntungan bagi kedua negara.
"Kerja sama harus win-win," kata Bahlil.
Baca Juga: Pemerintah Tekankan Kebijakan Bioetanol Sebagai Upaya Akselerasi Kedaulatan Energi Nasional
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani kesepakatan dagang di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026. Kesepakatan tersebut mencakup perjanjian perdagangan timbal balik antara kedua negara.
"Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut," kata Teddy, Jumat, 20 Februari 2026.
Kesepakatan ini diharapkan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berkontribusi secara berkelanjutan terhadap kemakmuran global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Istimewa)