Bos BI Sebut Pengguna QRIS Tembus 60 Juta, Bakal Diperluas ke China Hingga India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 20:06
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menembus 60 juta. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menembus 60 juta. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menembus 60 juta. 

“Sekarang berapa QRIS digunakan, 60 juta pengguna QRIS dan QRIS sudah digunakan di mana saja. Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang,” ujar Perry dalam soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), Senin 23 Februari 2026.

Menurutnya capaian itu memenuhi target yang ditetapkan BI untuk tahun 2026. Dimana target QRIS pada 2026 meliputi 17 miliar transaksi, 45 juta merchant, 60 juta pengguna.

Perry mengungkapkan dalam waktu dekat penggunaan QRIS akan diperluas ke China, Korea Selatan dan India. 

Baca juga: Dolar AS Hampir Sentuh Rp17.000, Bank Indonesia Sebut Rupiah Sudah Terlalu Murah

Tak hanya itu, Bank Indonesia tengah menjajaki penyambungan QRIS dengan Kartu Nusuk di Arab Saudi.

Capaian tersebut merupakan hasil dari visi jangka panjang BI dalam membangun sistem pembayaran nasional. 

Ke depan, BI telah meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menargetkan peningkatan signifikan transaksi digital. 

Saat ini transaksi digital mencapai sekitar 47 juta per hari dan ditargetkan meningkat menjadi 150 juta transaksi per hari pada 2030.

Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen pada Februari 2026

“Digital transaksi akan mencapai 150 juta transaksi per hari dari sekarang 47 juta. Dan itu kenapa QRIS kemungkinan akan menjadi 150 juta,” tandasnya.

 

x|close