Ntvnews.id,
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, dalam keterangannya di Denpasar pada Rabu menyampaikan bahwa secara nasional PLN menyiapkan daya mampu pasok sebesar 51,9 gigawatt (GW), dengan perkiraan beban puncak mencapai 35,0 GW saat Idul Fitri.
Dengan cadangan daya sekitar 48 persen, sistem kelistrikan nasional dinilai dalam kondisi aman dan terkendali.
PLN juga memastikan ketersediaan energi primer, dengan stok batu bara di atas 22 hari operasi pembangkit (HOP), gas lebih dari 11 hari, serta bahan bakar minyak (BBM) di atas 9 hari.
Baca Juga: BNI Gandeng Siemens Indonesia Sediakan Rp300 Miliar untuk Listrik Nasional
Selama masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) pada 13 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026, PLN menurunkan 69 ribu personel dan mengoperasikan 3.403 posko siaga.
Dukungan peralatan juga ditempatkan di titik-titik strategis seperti rumah ibadah, bandara, terminal, stasiun, dan rumah sakit.
“Kami melakukan penguatan pengamanan sistem dari sisi pembangkit, transmisi, hingga distribusi agar potensi gangguan dapat ditekan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Adi.
Khusus di Bali, General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menjelaskan bahwa daya mampu sistem kelistrikan Bali mencapai 1.451 megawatt (MW), dengan proyeksi beban puncak sebesar 1.194 MW dan cadangan daya 257 MW atau sekitar 17,7 persen.
Sistem kelistrikan di Nusa Penida juga dilaporkan dalam kondisi stabil dengan cadangan daya 14,5 persen.
PLN UID Bali menetapkan masa siaga pada 14 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, pekerjaan terencana dibatasi kecuali dalam kondisi darurat guna menjaga stabilitas sistem.
Baca Juga: Infografik: Optimalisasi Energi Geotermal untuk Kebutuhan Listrik Nasional
Sebanyak 71 posko siaga dengan dukungan 1.103 personel disiapkan, termasuk pengamanan di 58 masjid prioritas, pelabuhan, bandara, serta sejumlah lokasi publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat Idul Fitri.
Eric menambahkan bahwa margin cadangan sistem bersifat dinamis, mengikuti pola beban, jadwal pemeliharaan pembangkit, serta pertumbuhan konsumsi listrik.
Dengan cadangan 17,7 persen saat ini, sistem kelistrikan Bali dinilai masih berada dalam batas aman operasional, disertai evaluasi dan penguatan berkala untuk menjaga keandalan pasokan.
(Sumber: Antara)
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto memberikan keterangan terkait kesiapan pasokan listrik nasional dan wilayah Bali di Denpasar, Bali. ANTARA/HO-Humas PLN UID Bali (Antara)