Jaga Stabilitas Energi Nasional, PTK Perkuat Layanan Support Vessel Berbasis HSSE dan Operational Excellence

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 18:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dokumentasi Pekerja PT Pertamina (Persero) Dokumentasi Pekerja PT Pertamina (Persero) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus memperkuat perannya dalam menjaga Stabilitas Energi Nasional melalui penguatan layanan support vessel berbasis HSSE (Health, Safety, Security, Environment) Excellence dan Operational Excellence. Langkah ini menjadi semakin krusial dalam mendukung kebijakan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk menjaga stabilitas harga BBM serta memastikan ketersediaan stok energi nasional tetap aman.

Dalam ekosistem distribusi energi nasional, layanan support vessel PTK berperan sebagai enabler utama operasi maritim yang memastikan aktivitas distribusi BBM, LPG, dan Avtur berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan di seluruh wilayah Indonesia.
 
Melalui pengelolaan End-to-End Integrated Marine Logistics, PTK mengoperasikan ratusan armada support vessel yang mendukung aktivitas pelabuhan, terminal, dan pergerakan kapal energi di lebih dari 200 titik operasional. Layanan ini mencakup pemanduan (pilotage), penundaan (towage), mooring/unmooring, serta dukungan operasional lainnya yang menjadi kunci dalam menjaga kelancaran proses sandar, bongkar muat, hingga distribusi energi.

Dengan optimalisasi layanan support vessel, PTK menargetkan peningkatan efisiensi operasional hingga 15% serta menjaga tingkat ketepatan waktu (on-time delivery) di atas 98%.

Baca Juga: Proyek Gas Manpatu Terus Dikebut, Pertamina Hulu Mahakam Targetkan Produksi Mulai 2027
 
Dari sisi dampak, keandalan layanan support vessel PTK berkontribusi langsung terhadap distribusi energi nasional yang mencapai jutaan kiloliter setiap bulan. Tingkat keterlambatan distribusi berhasil ditekan di bawah 2%, sehingga ketersediaan stok energi tetap terjaga, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan yang sangat bergantung pada jalur laut.

Peran ini menjadikan PTK sebagai tulang punggung logistik maritim yang memastikan energi tidak hanya tersedia di sumber, tetapi benar-benar sampai ke titik kebutuhan masyarakat.
 
Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, menegaskan bahwa penguatan layanan support vessel tidak hanya berfokus pada keandalan operasional, tetapi juga pada aspek tata kelola dan kepatuhan.

“Distribusi energi yang stabil hanya dapat terwujud apabila didukung oleh sistem operasional yang transparan, aman, dan sesuai regulasi. Melalui penerapan HSSE Excellence, PTK memastikan setiap aktivitas berjalan tanpa risiko serta mampu membangun kepercayaan publik dan stakeholder,” ujar Amran, dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.
 
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan prinsip zero accident, zero spill, dan zero disruption dalam seluruh operasi support vessel. PTK mengintegrasikan sistem monitoring berbasis real-time, pendekatan predictive maintenance, serta kesiapsiagaan Oil Spill Response di titik strategis, dengan tingkat kesiapan armada yang dijaga di atas 99 persen.

Pendekatan ini memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan standar keselamatan tinggi, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Bebannya Sementara
 
Direktur Utama PTK, Bp. I Ketut Laba, menyampaikan bahwa layanan support vessel merupakan elemen kunci dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

“Kami memastikan setiap proses operasional berjalan aman, tepat waktu, dan andal, sehingga ketersediaan energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya..
 
Ke depan, PTK akan terus memperkuat sinergi lintas entitas dan inovasi layanan berbasis HSSE dan Operational Excellence, guna menegaskan posisinya sebagai strategic marine logistics backbone yang menjaga energi nasional tetap mengalir dengan aman, stabil, dan tanpa kompromi.

x|close