Israel Tahan 430 Aktivis Global Sumud Flotilla, Dibawa ke Pelabuhan Ashdod

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 09:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel saat terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). NTARA FOTO/Raisan Al Farisi Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel saat terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). NTARA FOTO/Raisan Al Farisi (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel menahan ratusan aktivis yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) dan membawa mereka ke Pelabuhan Pelabuhan Ashdod pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dilansir dari AFP, Kamis, 21 Mei 2026, otoritas Israel menyebut sebanyak 430 aktivis dari armada tersebut tengah dibawa menuju wilayah Israel. Sebagian di antaranya dilaporkan sudah tiba di Pelabuhan Ashdod dan langsung ditahan.

Kelompok hak asasi manusia Adalah mengecam tindakan tersebut. Mereka menilai para aktivis sipil itu ditangkap secara paksa saat berada di perairan internasional usai berlayar menuju Gaza untuk mengirim bantuan kemanusiaan.

"Setelah berlayar menuju Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan, para peserta warga sipil ini diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel, sepenuhnya bertentangan dengan keinginan mereka," demikian pernyataan kelompok hak asasi manusia Adalah.

"Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan Israel tentang hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza," imbuhnya.

Baca Juga: PBB Sangat Prihatin atas Keselamatan Aktivis Global Sumud Flotilla yang Disergap Israel

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Israel menolak operasi yang dilakukan GSF dan menuding misi tersebut bertujuan untuk "melayani gerakan Palestina Hamas".

"Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata seorang juru bicara Kemlu Israel.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengecam armada tersebut dan menyebutnya sebagai "skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade Israel terhadap teroris Hamas di Gaza."

Arsip foto - Sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym. (Antara)

Armada GSF diketahui berangkat dari Turki pekan lalu dalam upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Palestina. Sekitar 50 kapal dilaporkan berlayar dari wilayah barat daya Turki pada Kamis, 14 Mei 2026..

Di antara para aktivis yang ditangkap, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut. Pemerintah Indonesia telah mengecam tindakan Israel dan mendesak agar seluruh WNI segera dibebaskan.

x|close