A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

PMI Manufaktur Maret 2026 Melemah, Kadin Waspadai Lesunya Permintaan - Ntvnews.id

PMI Manufaktur Maret 2026 Melemah, Kadin Waspadai Lesunya Permintaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 23:15
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi petikemas Ilustrasi petikemas

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Saleh Husin, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 terutama dipicu pelemahan permintaan, khususnya pasar ekspor.

Berdasarkan data S&P Global, PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2026 turun menjadi 50,1 dari posisi Februari berada di level 53,8. 

Angka tersebut masih menunjukkan ekspansi, namun mendekati batas stagnasi di level 50.

"Penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Maret 2026 terutama dipicu oleh pelemahan permintaan, khususnya penurunan pesanan ekspor baru di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ucap Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 April 2026.

Baca juga: Kendaraan Niaga Dongkrak Penjualan Mobil 2026, Kadin Ungkap Penyebabnya

Selain itu, tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok turut menekan aktivitas industri. 

"Kombinasi demand shock dan cost pressure ini membuat laju ekspansi industri melambat signifikan, mendekati batas stagnasi (level 50)," lanjutnya.

Ke depan, Kadin melihat PMI masih berpotensi bertahan di zona ekspansi tipis, namun sangat rentan terhadap tekanan eksternal. 

Baca juga: Kadin Minta Presiden Tinjau Ulang Impor 105.000 Unit Mobil dari India Untuk Koperasi Merah Putih

"Maka dari itu arah dari PMI akan sangat ditentukan oleh pemulihan permintaan global, stabilitas harga energi, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga daya saing industri," tandasnya.

Menurutnya pelemahan pesanan ekspor tentu akan berdampak langsung pada sektor padat karya melalui penurunan utilisasi kapasitas, tekanan margin, dan potensi penyesuaian tenaga kerja. 

x|close