Rupiah Kamis Dibuka Menguat Rp16.982 per Dolar AS, Didorong Surplus Perdagangan RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 10:55
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi dolar dan rupiah Ilustrasi dolar dan rupiah (Antara/ Reno Esnir)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi 2 April 2026 menguat 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.982 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.983 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipengaruhi surplus perdagangan Indonesia yang meningkat.

“Surplus perdagangan meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dari 0,95 miliar dolar AS, ditopang oleh penurunan impor migas,” ucapnya, Kamis 2 April 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia di Februari 2026 masih surplus, sehingga surplus ekspor impor terjadi selama 70 bulan berturut-turut.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp16.986 per Dolar AS Seiring Harapan Redanya Konflik Timur Tengah

Adapun surplus neraca perdagangan secara kumulatif periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,23 miliar dolar AS.

Untuk inflasi Maret 2026, tercatat melambat jadi 3,48 persen year-on-year (yoy) dari 4,76 persen yoy, yang berarti berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen. 

Hal itu berkat didorong memudarnya low base effect (angka pertumbuhan persentase terlihat melonjak secara semu), serta penurunan harga emas.

Melihat sentimen global, optimisme terhadap potensi berakhirnya konflik Timur Tengah terus menopang pasar keuangan.

Mengutip Anadolu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim "kepemimpinan baru" Iran meminta gencatan senjata dengan Washington, tetapi dirinya berkata AS hanya akan mempertimbangkan permohonan itu jika Selat Hormuz dibuka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeli Baqaei dengan serta-merta membantah klaim Trump tersebut. Ia mengatakan, pernyataan bahwa Tehran meminta gencatan senjata tidak sesuai realitas.

Untuk data ekonomi AS, tercatat ADP Employment AS meningkat menjadi 62 ribu pada Maret 2026, melampaui ekspektasi 40 ribu, kendati sedikit menurun dari 66 ribu sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Selasa Menguat Jadi Rp16.987 per Dolar AS

Sementara itu, penjualan ritel rebound menjadi 0,6 month-on-month (mom) pada Februari 20 26 dari -0,1 persen mom, lebih tinggi dari proyeksi 0,5 persen mom.

Di sisi lain, indikator manufaktur menunjukkan hasil yang beragam, dengan PMI Manufaktur S&P Global sedikit turun dari 52,4 menjadi 52,3, sementara indeks manufaktur ISM meningkat dari 52,4 menjadi 52,7.

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900-Rp17 ribu per dolar AS. (Sumber:Antara)

x|close