Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa saldo uang pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI) saat ini sebesar Rp120 triliun.
Bendahara Negara itu menekankan bahwa total Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SAL) tetap sebesar Rp420 triliun.
Sementara itu, Rp300 triliun ditempatkan ke sejumlah bank himbara dan bank daerah.
"Rp120 triliun masih di BI, nanti kan pajak masuk lagi," ucap Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin 6 April 2026.
Baca juga: Purbaya: Ekonomi Membaik, Penerimaan Pajak Naik 20,7% Jadi Rp 394,8 Triliun di Triwulan I 2026
Adapun hal tersebut skenario ketahanan fiskal menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia hingga 150 dolar AS per barel.
Menanggapi hal menyebut pemerintah masih memiliki bantalan berupa SAL Rp420 triliun.
Purbaya menegaskan dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, pemerintah optimistis defisit APBN masih bisa ditekan di bawah 3 persen atau sebesar 2,92 persen
Dirinya memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan penghematan di program-program yang tidak terlalu berdampak ke perekonomian.
“Ada penghematan, tapi yang penting-penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi tidak dikurangi,” lanjutnya.
Baca juga: Purbaya Heran Ada Orang Dalam Kemenkeu Isukan APBN Tinggal 2 Minggu: Padahal Menterinya Saya
Sementara itu, pemerintah juga berencana untuk menggelontorkan Rp100 triliun tambahan untuk subsidi energi.
Hal ini guna menjaga agar harga BBM bersubsidi dan LPG 3Kg tidak naik.
“Sudah, semua itu (Rp100 triliun) sudah (dihitung) lengkap subsidi, kompensasi, dan efisiensi di sana sini,” tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa saldo uang pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI) saat ini sebesar Rp120 triliun. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)