Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah meredanya ketegangan global seiring gencatan senjata di sejumlah kawasan konflik, Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen. Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, menilai momentum ini harus dimanfaatkan dengan memperkuat sektor-sektor unggulan yang paling cepat beradaptasi.
Dalam program NTV Prime
“Saya rasa kita harus perkuat sektor unggulan kita. Harus kita jaga ekosistem kita. Pertama, sektor pangan harus jadi prioritas pertama. Karena apa pun yang terjadi di eksternal, kalau sektor pangan kita sudah tersedia, ini menjadi kekuatan kita dan masyarakat kita masih makan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pelaku usaha, aspek fundamental seperti ketahanan pangan harus diselesaikan lebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Nurdin Tampubolon: Perang di Timteng Mereda, Momentum Perkuat Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal
“Sebagai entrepreneur, saya itu pasti yang paling fundamental harus terselesaikan dulu,” katanya.
Selain pangan, Nurdin juga menekankan pentingnya menjaga sektor-sektor yang menjadi tulang punggung pemasukan negara, khususnya yang berkontribusi besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang kedua adalah sumber-sumber yang memberi pemasukan kepada APBN kita harus kita jaga itu. Misalnya CPO, hasil-hasil tambang dan lain sebagainya yang menjadi inti pemasukan negara melalui APBN. Pendapatan negara dari pajak, pendapatan negara bukan pajak, royalti dan lain-lain,” jelasnya.
Ia menilai, apabila sektor-sektor tersebut tetap stabil, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi yang berbasis pada kekuatan sumber daya lokal.
Baca Juga: Nurdin Tampubolon Ingatkan Pentingnya Kepastian Hukum Bagi Dunia Usaha
“Apabila itu terjaga, kita bisa membuat ekonomi kita berbasis sumber daya lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nurdin menyoroti pentingnya kemampuan sumber daya internal dalam membangun ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraria dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 280 juta jiwa.
“Kenapa saya selalu katakan pangan? Kita dengan 280 juta penduduk, negara kita ini negara agraria, sudah tersedia semuanya. Tinggal kita mengelola dengan teknologi yang bagus, dari investasi lokal, dan investasinya tidak banyak-banyak banget,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan penguatan ekonomi desa melalui program koperasi sebagai salah satu strategi konkret yang dapat mempercepat pembangunan sektor pangan.
Baca Juga: RI Dinilai Tangguh Hadapi Dampak Perang, Nurdin Tampubolon Ingatkan Tetap Perlu Antisipasi
“Misalnya seperti yang sekarang dilakukan dengan Koperasi Merah Putih. Apabila itu dikelola dengan benar, supply chain management bagus, dan menghidupkan Badan Usaha Milik Desa, koperasi, dan juga UMKM-nya,” kata Nurdin.
Menurutnya, jika pembangunan ekonomi benar-benar dimulai dari desa dan didukung oleh manajemen yang baik, maka produktivitas masyarakat akan meningkat secara signifikan.
“Apabila ini semua dibangun dari desa, seperti apa yang diterapkan Pak Prabowo Subianto, ini harus didukung. Semua masyarakat kita yang ada di desa produktivitasnya tinggi,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, Nurdin optimistis Indonesia tidak hanya mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon. (NTV)