A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

RI Beli Minyak Rusia, Bahlil Tegaskan Prinsip Politik Bebas Aktif - Ntvnews.id

RI Beli Minyak Rusia, Bahlil Tegaskan Prinsip Politik Bebas Aktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 20:09
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia telah mengambil keputusan untuk mengimpor crude oil atau minyak mentah dari Rusia. Ia juga menanggapi pertanyaan terkait dampak kebijakan tersebut terhadap hubungan dan perjanjian Indonesia dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS).

"Pasti pertanyaan kemudian adalah, apakah dengan kita membeli crude dari Rusia, kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa, kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barrel," kata Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Menurut Bahlil, Indonesia akan tetap melakukan pembelian dari negara mana pun selama memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.

"Yang jelas pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi, kita boleh belanja di mana saja, selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerja sama, termasuk Rusia, kemudian Afrika, Nigeria, dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika," ujar dia.

Baca Juga: Dasco Temui Prabowo di Istana, Lapor Kondisi Politik hingga Ekonomi

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 600.000 hingga 610.000 barel per hari. Hal ini membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan energi.

"Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barrel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di hampir semua negara," kata Bahlil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ia juga mengungkapkan bahwa langkah pembelian minyak dari Rusia merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden, yang kemudian dibahas dalam pertemuan dengan pihak terkait dari Rusia.

"Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan. Bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia," sambung dia.

x|close