Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kapal Pertamina yang tertahan di Selat hormuz.
Dalam hal ini, Bahlil mengatakan pemerintah terus menjalin komunikasi dengan pemerintah Iran terkait posisi kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
Dirinya menyebut komunikasi dilakukan secara intensif melalui kolaborasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Luar Negeri.
"Kita terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Menlu itu juga kita lakukan terus, doain ya,” ucap Bahlil, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Naik, Bahlil: Menyesuaikan Harga Pasar, Begitu Bos!
Menurut Bahlil, pemerintah terus berupaya melobi agar otoritas Iran memberikan izin bagi dua kapal Pertamina untuk kembali melintasi jalur strategis tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua proses dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.
"Karena tidak semuanya harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka, tapi jangan terlalu banyak terbuka-terbuka, nanti malu juga kita ya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pelaksana tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita menjelaskan bahwa dua kapal milik perusahaan yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab.
Baca juga: 2 Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz," ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Tambah Vega, PIS saat ini masih terus memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kapal Pertamina yang tertahan di Selat hormuz. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)