Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi 21 April 2026 bergerak melemah seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG dibuka melemah 33,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 7.560,28. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7.00 poin atau 0,93 persen ke posisi 748,85.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih sideways pada kisaran level 7.500- 7.700. Namun, jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450- 7.480,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.
Dari mancanegara, ketegangan antara AS dengan Iran kembali meningkat, sehingga memudarkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat dan mendorong penguatan kembali harga minyak mentah.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke 7.663 pada Perdagangan Senin
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang direncanakan AS di Pakistan.
Selain itu, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, apabila negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS.
Sementara itu, masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada pekan ini.
Dari dalam negeri, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rasio NPL kredit properti pada Februari 2026 sebesar 3,24 persen, atau meningkat dibandingkan 2,99 persen pada Februari 2025.
Pertumbuhan penyaluran kredit properti pada Februari 2026 masih relatif tinggi, yaitu meningkat 13,7 persen (yoy). Sehingga kenaikan NPL juga disertai dengan bertambahnya jumlah kredit yang bermasalah.
Apabila BI menaikkan BI-Rate untuk menahan depresiasi Rupiah, maka berpotensi berdampak terhadap kenaikan NPL.
Namun demikian, diperkirakan BI belum akan menaikkan BI Rate pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur pada Selasa (21/4) dan Rabu (22/4).
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke 7.645 di Tengah Pasar Cermati Negosiasi AS–Iran
Sementara itu, kenaikan harga BBM non subsidi, meskipun Pertalite dan Pertamax tidak naik, mengurangi tekanan terhadap potensi meningkatnya beban pada APBN, meskipun terbatas.
Kenaikan harga BBM non subsidi akan mengurangi beban kompensasi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah dari APBN untuk menutup selisih harga jual ke masyarakat.
Pada perdagangan Senin (20/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,28 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,55 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,15 persen, serta indeks CAC melemah 1,12 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga kompak melemah pada Senin (20/04), diantaranya indeks Nasdaq Composite melemah 0,31 persen ke 26.590,34, indeks S&P 500 melemah 0,24 persen ke 7.109,14, dan indeks Dow Jones melemah 0,01 persen ke 49.442.56.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 776,11 poin atau 1,32 persen ke 59.601,00, indeks Hang Seng menguat 16,93 poin atau 0,06 persen ke posisi 26.378,00, indeks Shanghai melemah 13,41 poin atau 0,33 persen ke 4.068,71, dan indeks Strait Times menguat 8,99 poin atau 0,18 persen ke 5.013,06. (Sumber:Antara)
Ilustrasi - Karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu kantor perbankan di Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/aa.)