Infografik: Selat Hormuz Ditutup, Ini Dampaknya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 14:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Penutupan Selat Hormuz selama konflik Iran-AS tidak hanya berdampak terhadap kenaikan harga minyak, melainkan juga beberapa komoditas penting lainnya. Merespons hal ini, pemerintah Indonesia melakukan sejumlah langkah seperti berikut. Penutupan Selat Hormuz selama konflik Iran-AS tidak hanya berdampak terhadap kenaikan harga minyak, melainkan juga beberapa komoditas penting lainnya. Merespons hal ini, pemerintah Indonesia melakukan sejumlah langkah seperti berikut. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Penutupan jalur pelayaran vital tersebut tidak hanya berdampak pada lonjakan harga minyak dunia, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan berbagai komoditas penting lainnya.

Sejumlah komoditas yang terdampak antara lain minyak bumi, gas alam, pupuk, plastik, aluminium, hingga LPG. Di sektor industri dan manufaktur, pemerintah berupaya mengamankan bahan baku dengan memperluas sumber impor, termasuk dari India dan Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tetap mengedepankan prinsip politik bebas aktif dalam merespons dinamika global.

Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia bersifat fleksibel dan terbuka, sehingga dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan ekonomi nasional.

Berikut Infografiknya:

Penutupan Selat Hormuz selama konflik Iran-AS tidak hanya berdampak terhadap kenaikan harga minyak, melainkan juga beberapa komoditas penting lainnya. Merespons hal ini, pemerintah Indonesia melakukan sejumlah langkah seperti berikut. <b>(Antara)</b> Penutupan Selat Hormuz selama konflik Iran-AS tidak hanya berdampak terhadap kenaikan harga minyak, melainkan juga beberapa komoditas penting lainnya. Merespons hal ini, pemerintah Indonesia melakukan sejumlah langkah seperti berikut. (Antara)

x|close