Ntvnews.id
Program ini didukung oleh sekitar tiga ribu aktivitas pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.
Pihak perseroan menyebutkan bahwa inisiatif tersebut difokuskan pada sektor-sektor riil yang berperan langsung dalam menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda perekonomian di daerah.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 24 April 2026, menjelaskan bahwa BRI terus memperkuat program Klasterku Hidupku sebagai strategi pemberdayaan untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas.
Baca Juga: BRI Optimistis Dorong Pertumbuhan Kredit 7–9 Persen dengan Fundamental Keuangan Kuat
“Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujar Akhmad.
Dari total klaster yang dibina, sebanyak 82,39 persen berada di sektor produksi, dengan sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar mencapai 48,26 persen. Sementara itu, 17,61 persen sisanya berasal dari sektor non-produksi.
Menurut BRI, kedua sektor tersebut menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi daerah sekaligus pencipta nilai tambah.
Melalui program Klasterku Hidupku, BRI juga berupaya mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan berbasis klaster dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi dari tingkat akar rumput.
Dengan pengelompokan usaha berdasarkan kesamaan sektor dan wilayah, para pelaku usaha tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif dan membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi di tingkat lokal.
Akhmad menambahkan bahwa model klaster turut membuka peluang munculnya komoditas unggulan dengan nilai tambah tinggi.
“Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif,” ujar dia.
Sejalan dengan penguatan klaster usaha, BRI juga terus memperluas akses keuangan di tingkat komunitas.
Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7 persen telah memiliki rekening di BRI serta terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Berkelanjutan, Fokus Kredit dan UMKM
Untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan, BRI menyatakan bahwa inisiatif ini terintegrasi dengan berbagai program lainnya. Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa.
Selain itu, BRI juga mengembangkan 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM melalui 18.218 kegiatan pelatihan.
Platform LinkUMKM pun telah dimanfaatkan oleh 15,57 juta pengguna.
BRI menegaskan bahwa seluruh program tersebut dijalankan secara terpadu guna memperkuat perannya sebagai agen pembangunan (agent of development) dalam mendukung UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
(Sumber: Antara)
Pelaku UMKM yang mendapat pendampingan dari BRI melalui program Klasterku Hidupku. ANTARA/HO-BRI. (Antara)