Kemkomdigi dan Roblox Bakal Bertemu Bahas Kepatuhan PP Tunas Besok

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 21:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam konferensi pers perkembangan PP Tunas di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Livia Kristianti Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam konferensi pers perkembangan PP Tunas di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Livia Kristianti (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Roblox dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan pada Kamis, 30 April 2026 untuk membahas kepatuhan platform tersebut terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan kembali memberikan perkembangan terkait kepatuhan Roblox.

"Kami akan melaporkan dalam dua hari ke depan kurang lebih, bahwa Roblox juga akan memberikan kepatuhan lengkapnya. Seperti apa, kita nanti bicara kembali dengan teman-teman," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Hingga tanggal tersebut, status kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas masih dikategorikan sebagai patuh sebagian.

Baca Juga: Diskusi Komdigi dan Roblox Masih Terus Berlanjut soal Kepatuhan PP Tunas

Sebelumnya, pada Rabu, 22 April 2026, Meutya juga menyampaikan bahwa diskusi intensif antara pemerintah dan Roblox masih terus berlangsung.

Hal ini terjadi karena Kemkomdigi belum dapat menerima usulan pengaturan akun yang diajukan oleh platform tersebut.

Pada Selasa, 14 April 2026, Roblox telah melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk pembatasan akun berdasarkan usia pengguna melalui fitur Roblox Kids dan Roblox Select.

Fitur Roblox Kids diperuntukkan bagi pengguna berusia 5 hingga 12 tahun dan telah dilengkapi dengan teknologi verifikasi usia. Sementara Roblox Select ditujukan bagi pengguna berusia 13 hingga 15 tahun.

Meski demikian, pemerintah menilai langkah tersebut belum sepenuhnya memenuhi ketentuan dalam PP Tunas.

Salah satu alasan utamanya adalah masih adanya potensi komunikasi antara pengguna dengan pihak yang tidak dikenal.

Baca Juga: Meutya Hafid: Roblox dan YouTube Belum Patuh PP Tunas

Menurut Meutya, hal tersebut menjadi perhatian serius, terutama dari para orang tua di Indonesia yang menginginkan adanya pembatasan lebih ketat demi melindungi anak-anak.

"Meskipun sudah melakukan adjustment (penyesuaian) yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi (PP Tunas). Jadi artinya belum, kita tetap menilai bahwa ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas," kata Meutya pada Selasa, 14 April 2026 di Kantor Kemkomdigi.

Pemerintah menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan dialog dengan Roblox untuk memastikan platform digital tersebut benar-benar memenuhi standar perlindungan anak sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close