Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengumumkan bahwa platform gim Roblox telah sepenuhnya mematuhi regulasi pemerintah terkait perlindungan anak di ruang digital, yakni PP Tunas. Kepatuhan ini diwujudkan melalui penerapan sejumlah pengaturan khusus untuk membatasi akses anak-anak dalam bermain gim.
Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah penonaktifan fitur komunikasi dengan pengguna yang tidak dikenal, serta kewajiban verifikasi usia menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition).
"Jadi kami apresiasi Roblox yang sudah menyampaikan komitmen kepatuhan, di mana Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh user-nya," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Dengan langkah tersebut, seluruh platform digital yang masuk dalam tahap awal implementasi PP Tunas kini telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Meutya menjelaskan bahwa kepatuhan ini merupakan hasil dari proses diskusi panjang antara pemerintah Indonesia dan pihak Roblox.
Berdasarkan kesepakatan, verifikasi usia akan diberlakukan untuk seluruh pengguna di Indonesia, termasuk pengguna dewasa. Data menunjukkan bahwa dari total sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, sekitar 23 juta di antaranya adalah anak-anak.
Verifikasi usia ini akan menjadi dasar dalam menentukan jenis gim yang dapat diakses pengguna sesuai kelompok umur.
"Tadi kami sampaikan ada pembatasan games sesuai klasifikasi usia. Jadi nanti games yang bisa dilihat oleh anak di bawah 13 tahun akan berbeda dengan yang dilihat oleh 16 tahun ke bawah, dan juga oleh anak 16 tahun ke atas," kata Meutya.
Baca Juga: Diskusi Komdigi dan Roblox Masih Terus Berlanjut soal Kepatuhan PP Tunas
Apabila pengguna tidak melakukan verifikasi usia, maka sistem secara otomatis akan menonaktifkan fitur komunikasi pada akun tersebut. Selain itu, untuk mengatasi potensi kecanduan, Roblox juga menyediakan fitur pengaturan waktu bermain (screen time) yang dapat dikendalikan oleh orang tua.
"Ini menjadi aturan games pertama, mungkin di dunia, karena negara-negara yang melakukan penundaan akses akun anak biasanya hanya kepada sosial media. Tapi di Indonesia ini pertama untuk dikenakan terhadap games. Kita cukup apresiatif kepada Roblox karena mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia ini," tutup Meutya.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan tersebut. Ia menyebut PP Tunas sebagai regulasi penting untuk melindungi keluarga di Indonesia.
Baca Juga: Kemkomdigi dan Roblox Bakal Bertemu Bahas Kepatuhan PP Tunas Besok
Nicky menjelaskan bahwa setelah proses verifikasi usia, pengguna di bawah 16 tahun akan diarahkan ke akun khusus. Untuk anak di bawah 13 tahun, akan digunakan akun “Roblox Kids” dengan fitur komunikasi yang sepenuhnya dinonaktifkan dan konten yang disesuaikan. Sementara pengguna usia 13-15 tahun akan menggunakan akun “Roblox Select” yang tetap memungkinkan komunikasi, namun hanya dengan pihak yang dikenal.
"Indonesia jelas menjadi salah satu negara yang memimpin dalam hal keselamatan anak, kami sangat bangga dapat melayani komunitas Indonesia yang dinamis dan penuh semangat, serta menyediakan ruang daring yang positif untuk belajar, berkreasi, dan bersenang-senang bagi jutaan pemain," kata Nicky.
(Sumber: Antara)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco dalam konferensi pers perkembangan kepatuhan PP Tunas di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026) (ANTARA/Livia Kristianti) (Antara)