Ntvnews.id, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi isu virus hanta karena virus tersebut bukan merupakan penyakit baru dan penularannya dapat dicegah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ketua Umum PP IDAI DR Dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan virus hanta berbeda dengan COVID-19 yang penyebarannya sangat cepat melalui percikan pernapasan.
“Sebagai masyarakat, sebagai orang tua, jangan panik dulu karena belum tentu juga apa yang terjadi itu (virus) bisa menularnya seperti COVID-19,” kata Piprim dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Waspada terhadap Hantavirus
Ia menjelaskan virus hanta berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Penularan antarmanusia disebut hanya dapat terjadi dalam kondisi kontak erat dan berlangsung lama dengan orang yang sudah terinfeksi. Menurut Piprim, hingga kini belum tersedia vaksin untuk mencegah penularan virus tersebut sehingga langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.
“Jadi memang kuncinya ada di perilaku hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan, higienis dan sanitasi,” ucap dia.
Piprim menambahkan penerapan PHBS juga mencakup menjaga area penyimpanan makanan agar tetap bersih serta bebas dari tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan virus.
Sementara itu, Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. Dominicus Husada menyebut Indonesia hingga saat ini belum pernah melaporkan kasus penularan virus hanta jenis Andes yang belakangan ramai dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius. Menurutnya, virus hanta jenis Andes sejauh ini baru diketahui menyebar di kawasan Amerika Selatan seperti Argentina dan Chili.
Baca Juga: Argentina Hadapi Musim Hantavirus Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir
Dominicus tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk rutin membersihkan kotoran dan urine tikus menggunakan disinfektan serta menghindari area berdebu yang berisiko menjadi sarang tikus.
“Tetap kuncinya adalah menjaga kebersihan masing-masing melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak ada keraguan-keraguan dalam kondisi apa pun, terhadap penyakit apa pun,” kata dia.
(Sumber: Antara)
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat memberikan keterangan dalam wawancara eksklusif bersama ANTARA di Rumah Vaksinasi, Jakarta Timur, pada Selasa (28/4/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati (Antara)