A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Kasus Hantavirus di MV Hondius Negatif - Ntvnews.id

Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Kasus Hantavirus di MV Hondius Negatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 16:08
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers kewaspadaan penyakit hantavirus secara daring yang diikuti di Jakarta pada Senin (11/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Tangkapan layar-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers kewaspadaan penyakit hantavirus secara daring yang diikuti di Jakarta pada Senin (11/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan memastikan hasil pemeriksaan terhadap seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia dan berkontak erat dengan penumpang terjangkit Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan hasil negatif.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menjelaskan bahwa pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB, Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) terkait seorang WNA laki-laki berinisial KE (60) yang berdomisili di Jakarta Pusat dan memiliki riwayat kontak erat dengan salah satu korban.

"Ia merupakan kontak erat dari kasus kedua (perempuan 69 tahun, meninggal) dan sempat satu penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Kondisi KE tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol dan riwayat vaping (rokok elektrik). Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif Hantavirus," katanya.

Meski hasil pemeriksaan negatif, Andi menegaskan pemantauan terhadap pasien tetap dilakukan secara ketat. Saat ini, pasien masih menjalani observasi di RSPI Sulianti Saroso.

Ia menyebut Kemenkes bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut sejak 8 Mei 2026 dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, penelusuran riwayat perjalanan, serta pemeriksaan kesehatan terhadap pasien.

Baca Juga: CDC Tetapkan Wabah Hantavirus di MV Hondius sebagai Respons Darurat Level 3

"Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak notifikasi, investigasi sudah dilakukan. Kondisi pasien sehat dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pengamatan terus dilakukan agar pasien bisa kembali ke kediamannya untuk pencegahan lebih lanjut," ucap Andi.

Selain pemantauan di rumah sakit, petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Senen juga akan terus melakukan pengawasan terhadap pasien sebagai bagian dari prosedur karantina kontak erat.

"Sesuai ketentuan isolasi kontak erat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), harus dilakukan karantina dan monitoring aktif setiap hari, sebaiknya kontak erat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan melaporkan ke petugas kesehatan jika ada gejala," tuturnya.

Kemenkes juga meminta masyarakat tetap waspada menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengenai klaster global Hantavirus di kapal pesiar tersebut yang menyebabkan tiga kematian dengan tingkat fatalitas mencapai 37,5 persen.

Baca Juga: Infografik: Waspada Hantavirus, Kasus Global Meningkat pada 2026

Kasus penularan bermula dari klaster penyakit pernapasan akut di MV Hondius yang berlayar melintasi Atlantik dan Afrika. Virus yang terdeteksi adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular melalui paparan rodensia.

Meski demikian, Indonesia hingga kini belum pernah melaporkan kasus HPS. Sejak 1991, Indonesia hanya mencatat infeksi Hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas dan belum ditemukan kasus penularan dari tikus ke manusia.

(Sumber: Antara)

x|close