A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Cahaya Manthovani, Sosok di Balik ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 - Ntvnews.id

Cahaya Manthovani, Sosok di Balik ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mei 2026, 11:59
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Dari Event Nasional hingga Aksi Sosial, Cahaya Manthovani Tampil sebagai Pemimpin Muda Inspiratif Dari Event Nasional hingga Aksi Sosial, Cahaya Manthovani Tampil sebagai Pemimpin Muda Inspiratif (dok)

Ntvnews.id, Jakarta - Industri kreatif Indonesia perlahan mengalami pergeseran. Jika dulu identik dengan pendekatan formal dan korporatif, kini muncul generasi baru pemimpin muda yang lebih kolaboratif, humanis, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Cahaya Manthovani. Sebagai Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya sukses memimpin berbagai event nasional yang tak hanya besar secara skala, tetapi juga kuat secara narasi dan dampak publik.

“Semua berawal dari mengikuti alur hidup. Sebagai lulusan architectural design di korea, yaitu negara yang sangat mendorong kreativitas, saya belajar banyak dari mereka. Dunia industri kreatif adalah awal mula saya menjejaki karier,” ujar Cahaya Manthovani.

“Dari awal industri kreatif sudah ada di dalam jiwa saya, tapi kalau event adalah sesuatu yang mengikuti alur hidup. Dengan saya mengerjakan setiap pekerjaan dengan komitmen yang tinggi, Alhamdulillah orang orang percaya terhadap saya,” lanjutnya.

Mulai dari Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025 yang mengangkat kembali budaya tutur Nusantara, ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 yang mendorong apresiasi terhadap pembangunan desa, hingga Inklusiland 2025 yang membawa isu inklusivitas ke ruang publik dengan pendekatan kreatif.

Cahaya dinilai berhasil menghadirkan formula baru dalam dunia event, yakni menggabungkan experience, storytelling, dan social impact dalam satu ekosistem.

Pendekatan tersebut membuat berbagai event garapan Navaswara terasa lebih relevan dengan audiens muda dan mudah membangun engagement publik.

“Ketika ingin membuat sebuah event, kita sendiri harus tahu betul tujuan utamanya itu apa. Efeknya apa? Apakah hanya berguna untuk sendiri atau bisa menginspirasi orang banyak?” kata Cahaya.

“Contoh, Suara Nusantara. Saya menginisiasi acara ini karena melihat semua orang untuk semua umur kebanyakan sibuk bermain dengan gadgetnya sendiri. Ketika di minta untuk presentasi atau bersosialisasi, lebih banyak yang mundur atau gugup,” lanjutnya.

“Nah, untuk menaikan awareness dengan cara yang menyenangkan itu, caranya seperti apa sih? Salah satunya Suara Nusantara. Peserta wajib membaca dan memahami cerita-cerita rakyat di daerah Indonesia. Efek dari event ini bukan saja melestarikan cerita rakyat. Tetapi juga meningkatkan percaya diri dan pengalaman para peserta,” sambung Cahaya.

Namun, kiprah Cahaya Manthovani tidak berhenti di industri kreatif. Melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, ia aktif menjalankan berbagai program sosial untuk anak-anak disabilitas dan komunitas inklusi.

Program Makanan Bergizi Gratis-Swasta di Provinsi Banten menjadi salah satu langkah nyata yang mendapat perhatian luas. Program ini melibatkan 12 UMKM lokal dan menjangkau lebih dari 2.200 penerima manfaat dari sekolah-sekolah khusus/disabilitas.

Bagi Cahaya, pemberdayaan sosial harus dibangun melalui kolaborasi.

“Untuk hal ini saya juga masih pemula, tetapi saya menyadari satu hal. Kita hidup di dunia ini bersama individu lainnya. Peradaban dunia tidak akan berubah tanpa kerjasama dengan sesama,” ujar Cahaya.

“Setiap event yang saya buat, hanya dengan posting di social media saja belum cukup. Perlu ada kerjasama dengan sektor lain. Ini ditujukan untuk mencapai audience baru,” lanjutnya.

“Saya selalu membuka diri untuk belajar dengan berkolaborasi bersama. Tentunya saya juga sangat amat picky untuk memilih orang-orang yang saya anggap bisa berkolaborasi dan kurasi ini faktor pentingnya juga. Intinya strategi utama saya untuk kedepannya adalah ‘word of mouth’,” tambah Cahaya.

Di balik kesuksesannya memimpin berbagai event nasional, Cahaya juga mengakui ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama soal pandangan orang terhadap dirinya yang dianggap terlalu muda.

“Tantangan terbesar adalah first impression orang-orang terhadap saya. Sebagai perempuan dengan wajah yangg terlihat sangat lebih muda dari umur saya, semua orang selalu mengira saya bocah SMP, SMA, atau masih kuliah. Tidak pernah ada yang mengira saya berusia 26 tahun,” ungkap Cahaya.

“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, kejujuran atau kebohongan, keseriusan atau tidak dan ingin menghalangi saya dengan caranya sendiri atau ingin menang sendiri. Saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” lanjutnya.

Kepemimpinan dan konsistensinya membuat Cahaya menerima sejumlah penghargaan prestisius, termasuk Puspa Nawasena di Anugerah Puspa Bangsa 2025 oleh Kompas TV dan The Inspiring Woman dari Robb Report Indonesia.

Di tengah lahirnya banyak figur muda di industri kreatif, Cahaya Manthovani hadir bukan hanya sebagai pemimpin perusahaan, tetapi juga simbol generasi baru yang percaya kreativitas harus berjalan berdampingan dengan empati dan dampak sosial.

“Harus sering belajar, sering berlatih skills apapun yang diminati, sering membaca buku atau berita dan memahaminya,” kata Cahaya.

“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa di bangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutupnya.

Tags

x|close