Paula Verhoeven Juga Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 17:51
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Model sekaligus selebritas Paula Verhoeven. Model sekaligus selebritas Paula Verhoeven. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Model dan selebritas Paula Verhoeven

memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Travel. Dalam pemeriksaan yang berlangsung di Mapolda Metro Jaya pada Kamis, 11 Juni 2026. Paula mengaku mendapat puluhan pertanyaan dari penyidik.

"Saya datang atas panggilan dari pihak kepolisian. Sebagai warga negara yang patuh, saya datang ke sini. Tadi ada sekitar 30-an pertanyaan ya," katanya usai menjalani pemeriksaan.

Paula menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan kerja sama secara langsung dengan Hanania Group. Keterlibatannya dalam perkara ini, kata dia, hanya terkait aktivitas profesional yang dilakukan melalui pihak lain.

Menurut Paula, keberangkatannya ke Tanah Suci pada September 2024 terjadi karena dirinya diundang oleh sebuah program televisi swasta sebagai narasumber dan talent.

"Sebenarnya, saya pribadi tidak ada hubungannya langsung dengan Hanania. Jadi, keberangkatan saya umrah waktu itu, September 2024, saya diajak oleh sebuah program TV. Jadi, sebagai narasumber dan talent di sana," ujar Paula.

Ia mengatakan seluruh kerja sama yang berkaitan dengan perjalanan tersebut berada di bawah koordinasi program televisi yang mengundangnya. Program itulah yang menjalin hubungan dengan Hanania Group, sementara dirinya hanya menjalankan tugas sebagai pengisi acara.

"Saya urusannya sama Rumpi sih. Jadi, semua kerja samanya di Rumpi. Kebetulan Rumpi yang bekerja sama dengan Hanania, itu urusan mereka. Kami cuma diminta untuk sebagai talent dan juga narasumber," tutur dia.

Selama pemeriksaan, Paula mengaku bersikap kooperatif dan menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta penyidik untuk membantu pengungkapan perkara.

"Banyak (bukti yang dibawa), ada kontrak, ada foto, ada semuanya. Insya Allah dari saya tidak ada kerugian, saya hanya bekerja sama dengan baik saja karena pasti mereka (penyidik) butuh informasi lebih lanjut," katanya.

Paula juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para jemaah yang menjadi korban dalam kasus tersebut. Ia berharap seluruh korban mendapatkan keadilan dan proses hukum dapat berjalan dengan lancar.

"Saya terus terang prihatin buat para korban. Saya berharap semoga para korban dikuatkan dan mendapatkan keadilan, agar proses hukumnya juga lancar. Semoga kami semua juga bisa ikut berpartisipasi agar masalah ini cepat selesai," ucapnya.

(Sumber: Antara)
 
 
 
x|close