Ntvnews.id, Jakarta - Kairos Pictures secara resmi memperkenalkan Film Istimewa, sebuah drama keluarga yang menempatkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. Film yang dijadwalkan tayang mulai 17 September mendatang ini menjanjikan perspektif baru tentang ketulusan dan kesetaraan.
Disutradarai oleh Ruben Adrian, film ini disebut sebagai proyek yang melepaskan segala rumus teknis sinematografi demi mengedepankan aspek emosional. Ruben mengungkapkan bahwa proses kreatif di balik "Film Istimewa" sepenuhnya didorong oleh kasih sayang.
"Jujur ini saya sudah nggak pakai teknis, sudah nggak pakai formula dan segala macam, tapi saya pakai hati. Jadi buat saya yang istimewa melihat yang ada di layar itu adalah adik-adik saya yang saya banggakan," ujar Ruben Adrian di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, 7 September 2026.
Ruben menambahkan bahwa energi yang ia rasakan selama proses penyutradaraan sangat berbeda karena adanya ketulusan dari para pemain.
"Buat saya ketika saya menjadi sutradara dan saya mendirect dan kemudian saya ada di dalam film ini juga, yang saya rasakan adalah energi dari ketulusan dari masing-masing semua karakter, semua pemain yang ada di sini dan itu kemudian yang menumbuhkan film istimewa menjadi seperti sekarang," ujarnya.
"Buat saya, saya jadi belajar, belajar tentang apa sih berkorban, saling mengasihi, saling memaafkan dan buat kami itu menjadi sebuah keutamaan. Mudah-mudahan itu yang juga nanti sampai ke teman-teman yang menonton dan akan melihat mereka sebagai kita juga gitu, sebagai manusia seutuhnya."
Aktor senior Mathias Muchus, yang turut membintangi film ini, memberikan testimoni mendalam mengenai interaksinya dengan anak-anak tersebut. Baginya, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah media untuk memunculkan cinta antarmanusia tanpa embel-embel komersial.
"Karena di situ itu kita memunculkan cinta sebetulnya. Interaksi antar manusia yang sangat manusiawi. Jadi enggak ada embel-embel, embel-embel apa ya, embel-embel menjual sesuatu di sana. Jadi hubungan antar hati ke hati, menumbuhkan semacam apa ya, semacam hubungan yang benar-benar tulus banget gitu," kata Mathias.
Ia juga memberikan kritik membangun bagi masyarakat umum yang kerap memberikan label atau penilaian sebelah mata terhadap penyandang disabilitas.
"Tanpa memikirkan bahwa siapa yang di hadapan saya ini, bukan anak saya atau siapa gitu-gitu, enggak. Ini sosok manusia yang sama dengan kita. Jadi mereka ini adalah utuh, yang enggak utuh itu kita sebetulnya. Karena pikiran kita yang melenceng, karena kita menilai. Enggak, enggak penting mereka dinilai. Itu salahnya kita sebetulnya," tegasnya.
Cast Film Istimewa (NTVNews)
Menurut Mathias, film ini adalah bentuk pemberian hak dan peluang kreativitas yang setara. Ia bahkan merasa sangat bangga melihat transformasi kepercayaan diri para pemain anak-anak yang semula sangat pemalu menjadi aktor yang hebat.
"Jadi orang yang kita katakan normal yang harus mencoba untuk beradaptasi kepada kehidupan yang ada di hadapan kita. Apapun itu, termasuk mereka. Jadi mereka ini adalah punya hak yang sama dengan kita. Makanya ada film ini bahwa kita itu memberikan kesempatan kepada mereka-mereka ini, peluang kreativitas itu enggak cuma ada di Mathias Muchus atau di Agus Kuncoro atau siapapun itu, tapi di hak mereka juga ada," jelasnya.
Lebih lanjut, Mathias menceritakan betapa cairnya suasana di lokasi syuting.
"Saya bangga bahwa selama saya proses syuting dengan mereka itu, saya bangga bahwa mereka kepercayaan dirinya muncul dengan luar biasa. Tadinya mereka itu minder, takut, ngomong pun susah segala macam. Tapi setelah kita mencoba untuk mendalami mereka dari hati ke hati, mereka muncul tuh kepercayaan dirinya. Dan akhirnya saya sama Ruben syuting itu enggak ada masalah sama sekali, susah-susahnya mereka dengan gagah gempita gitu menjadi aktor yang besar di hadapan kamera. Dan lihat hasilnya, luar biasa. Dan saya surprise banget gitu," ungkapnya.
Mathias bahkan menyebut momen ini sebagai salah satu pencapaian paling bermakna dalam karier panjangnya.
"Jujur saya katakan perjalanan karir saya ini adalah salah satu momen buat saya itu, karir saya itu merasa punya makna dan arti. Akhirnya bisa share secara tulus gitu. Selama ini kan saya share itu dengan, dengan bayaran ya, rupiah segala macam ya. Ini share itu saya itu dengan hati ke hati. Saya enjoy sama mereka selama kita syuting. Itu bergaulnya itu udah kayak adik kakak dan apa, kayak keluarga besar gitu loh ya," pungkasnya.
Baca Juga: Teror di Balik Belanja Online! Film ‘Paket Santet’ Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus
Terkait perannya sebagai sosok pelindung, Mathias menekankan pentingnya peran Ayah secara universal.
"Nah itu tuh kadang-kadang kita memilah-milahkan ayah, ibu, orang lain, tetangga segala macam. Enggak. Ayah itu adalah sosok yang bisa melindungi mereka. Siapapun yang datang, anak siapapun yang datang, kita yang lebih tua itu capnya ayah. Di antara kalian juga bisa capnya ayah. Saya, Agus, Pak Mans gitu, itu ayah semua. Yang tidak mengayahkan itu adalah pikiran kita bahwa kita memisahkan orang, 'ini kan bukan darah gua', 'ini kan bukan tetangga gua' segala macam. Itu yang merusak."
Senada dengan Mathias Muchus, aktor Agus Kuncoro juga memetik pelajaran hidup yang berharga selama proses produksi. Ia merasa tertampar dengan semangat anak-anak tersebut yang tetap bisa tersenyum di tengah keterbatasan fisik mereka.
"Selama memandang hidup ini gitu, di mana di tubuh yang sempurna ini tapi masih begitu banyak keluhan dan bahkan merasa hidup yang paling menderita. Sedangkan aktor-aktor yang ada di depan ini, mereka dengan keterbatasannya, mereka bisa tetap tersenyum dan bersyukur," tutur Agus.
Agus menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah soal kesempurnaan fisik, melainkan cara berpikir.
"Jadi emang permasalahannya itu bukan di tubuh atau di fisik, tapi permasalahannya adalah bagaimana cara kita berpikir. Di film ini saya banyak banget belajar sama mereka, bagaimana hidup mereka dengan keterbatasannya sangat berkah. Sedangkan yang tubuhnya lengkap suka terlalu banyak komplain," pungkasnya.
Cast Film Istimewa (NTVNews)