Film yang Disebut Nakal Angkat Fenomena Stigmatisasi Remaja Tayang 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 20:47
thumbnail-author
April
Penulis & Editor
Bagikan
Cast film Cast film (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Rumah produksi DLK Pictures resmi mengumumkan proyek film terbaru berjudul Yang Disebut Nakal yang dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2027 mendatang. Film ini mengangkat sudut pandang unik mengenai fenomena stigmatisasi anak-anak di kalangan masyarakat, film ini diproyeksikan menjadi media refleksi dan edukasi, khususnya bagi para orang tua.

Produser DLK Pictures, Diana Limbong, menjelaskan bahwa gagasan utama produksi film ini berawal dari diskusi mendalam bersama sutradara untuk menyingkap realitas kehidupan remaja. Menurutnya, label nakal yang kerap disematkan masyarakat sering kali tidak mencerminkan keinginan maupun kondisi sebenarnya dari anak-anak tersebut.

"Kami sepakat memproduksi film ini setelah berdiskusi langsung dengan sutradara. Film ini memang kami persiapkan untuk memperkenalkan dan memahami bagaimana anak-anak yang diabaikan atau dicap nakal ini sebetulnya tidak ingin disebut nakal," ujar Diana Limbong di kawasan Kemang, 21 Oktober 2026.

Baca Juga: Agnez Mo Main di Film C.L.A.Y. Bareng Nicolas Cage dan Michael Sheen

Diana menambahkan, pendekatan cerita akan diangkat dari dinamika kehidupan sehari-hari agar lebih relevan dengan kegelisahan remaja saat ini. Melalui kolaborasi lintas pihak, DLK Pictures ingin menyuarakan suara para remaja yang sering kali terabaikan.

"Dengan kejadian sehari-hari, kita bisa mengenal bahwa yang disebut 'nakal' itu hanya sebuah label. Makanya saya, beserta Kang Benni dan tim Korean, ingin mengapresiasikan ini ke dalam sebuah film supaya apa yang terjadi di kalangan remaja bisa kita suarakan," lanjutnya.

Meskipun berfokus pada dinamika dunia anak dan remaja, Benni Setiawan selaku sutradara menegaskan bahwa sasaran penonton utama dari film ini bukanlah anak-anak, melainkan para orang tua dan lingkungan sosial di sekitar mereka.

"Premis atau tujuan utama kita membuat film ini bukan untuk ditonton anak-anak, tapi orang tua. Karena ketika ada label tentang anak nakal, justru yang harus belajar itu lingkungannya dan orang tuanya," tegas Benni.

Hal senada diungkapkan oleh Eksekutif Produser, Rian Prasetyo. Ia menilai bahwa industri film tanah air masih jarang mengeksplorasi latar belakang kehidupan anak-anak yang dianggap bermasalah dari sudut pandang yang simpatik.

"Kalau saya lihat, film-film lain banyak yang membuat cerita tentang anak-anak yang sudah sempurna dan hebat-hebat. Sangat jarang, dan saya lihat belum ada yang membuat film dari sudut pandang anak-anak yang dianggap nakal ini," kata Rian.

Perspektif Orang Tua dan Keseimbangan Komedi-Drama

Boris Bokir, pemeran utama dalam film ini, memberikan gambaran mengenai substansi cerita serta gaya penceritaan yang akan disajikan. Menurutnya, batasan kata nakal sering kali hanya berakar dari perspektif sempit orang tua dalam melihat potensi anak.

"Cerita 'nakal' ini sebetulnya tentang perspektif orang tua saja, bukan nakal yang bagaimana-bagaimana," kata Boris. 

"Anak kalau sore belum pulang karena mandi dan berenang di sungai dibilang nakal. Padahal kalau dileskan berenang, dia bisa jadi atlet. Anak main game seharian dibilang nakal karena tidak mau belajar, padahal kalau diarahkan ke e-sports, dia bisa jadi atlet juga."

Terkait dengan unsur humor dalam film, Boris optimistis bahwa porsi komedi tidak akan mengaburkan pesan dramatik yang ingin disampaikan. Film ini akan mengusung pendekatan situational comedy yang alami.

"Komedinya tidak akan mengkomedi-komedikan diri karena berdasarkan situasi. Jadi, tidak akan menurunkan porsi dramanya," pungkasnya.

Film Yang Disebut Nakal diharapkan dapat menjadi angin segar dalam industri perfilman Indonesia sekaligus memicu diskusi positif mengenai pola asuh dan penghentian stigma negatif terhadap tumbuh kembang anak.

Film ini dibintangi oleh Boris Bokir, Aming Sugandhi, Fatih Unru, Donny Damara, dan bertabur bintang lainnya. 

x|close