Penderita Darah Tinggi, Hindari 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 14:43
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Makanan di warung nasi Makanan di warung nasi (DOK NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu lebih cermat memilih makanan dan minuman sehari-hari. Pasalnya, konsumsi garam berlebihan, makanan tinggi lemak jenuh, serta minuman manis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan.

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.

Karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Lantas, apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi?

1. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan penderita hipertensi. Natrium dalam garam dapat membuat tubuh menahan cairan lebih banyak sehingga tekanan darah meningkat.

Contohnya adalah mi instan, ikan asin, telur asin, keripik asin, acar, dan makanan cepat saji. Penderita hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi makanan tersebut serta memperhatikan kandungan natrium pada label kemasan.

2. Daging Olahan dan Makanan Kalengan

Sosis, kornet, nugget, ham, dan sejumlah makanan kalengan dapat mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan berpotensi membuat asupan garam harian melampaui batas yang dianjurkan.

Sebagai alternatif, pilih bahan makanan segar seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, dan tempe yang diolah dengan sedikit garam.

3. Saus dan Bumbu Instan

Kecap asin, saus sambal, kaldu bubuk, terasi, dan bumbu instan juga dapat menyumbang natrium dalam makanan. Meski digunakan sebagai pelengkap, pemakaian berlebihan dapat meningkatkan asupan garam tanpa disadari.

Untuk menjaga cita rasa, gunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, serai, dan jeruk nipis.

4. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak

Gorengan, kulit ayam, daging berlemak, mentega, dan makanan tinggi lemak jenuh perlu dibatasi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan dapat meningkatkan kolesterol jahat serta risiko penyakit kardiovaskular. Penderita hipertensi dapat memilih metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang agar penggunaan minyak lebih terkendali.

5. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Teh manis, minuman bersoda, boba, kue, dan makanan penutup tinggi gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan risiko obesitas, yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Air putih dan buah utuh dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk konsumsi sehari-hari.

6. Alkohol dan Kafein Berlebihan

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, terutama jika diminum dalam jumlah banyak atau secara berulang. Karena itu, penderita hipertensi sebaiknya menghindari alkohol.

Sementara itu, kafein dalam kopi dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Penderita hipertensi tidak selalu harus berhenti minum kopi, tetapi perlu memperhatikan jumlah konsumsi dan respons tubuh. Jika tekanan darah sulit dikendalikan, konsultasikan dengan dokter.

7. Grapefruit atau Jeruk Bali Merah

Tidak semua buah perlu dihindari penderita hipertensi. Buah segar justru dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, grapefruit atau jenis jeruk bali tertentu dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk obat tekanan darah dan kolesterol.

Jika sedang menjalani pengobatan, penderita hipertensi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi grapefruit.

Baca Juga: Menko PM Tegaskan Belum Ada Rencana Ganti BPJS Kesehatan dengan Klinik Kopdes

x|close