Ntvnews.id, Jakarta - Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar tubuh yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Meski sering dianggap sebagai waktu untuk beristirahat setelah beraktivitas, tidur juga membantu tubuh memulihkan energi, menjaga fungsi otak, serta mendukung keseimbangan berbagai proses biologis.
Namun, kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang mengurangi waktu tidur, baik untuk bekerja, menyelesaikan pekerjaan rumah, maupun menggunakan perangkat elektronik hingga larut malam. Kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kondisi tubuh jika berlangsung terus-menerus.
Lantas, berapa jam tidur yang ideal untuk orang dewasa dan apa saja manfaatnya bagi kesehatan?
Berapa Jam Tidur yang Ideal untuk Orang Dewasa?
Kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda, bergantung pada usia dan kondisi masing-masing. Meski demikian, orang dewasa tetap disarankan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup setiap malam.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan orang dewasa berusia 18–60 tahun untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Demikian dilansir dari laman resmi CDC, Rabu, 28 Oktober 2026.
Sementara itu, orang berusia 61–64 tahun dianjurkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, kebutuhan tidur yang direkomendasikan adalah tujuh hingga delapan jam setiap malam.
Durasi tersebut merupakan panduan umum. Kebutuhan individu bisa berbeda, dan kualitas tidur juga perlu diperhatikan selain jumlah jam tidur.
Artinya, tidur dalam waktu yang cukup perlu menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan ketika seluruh pekerjaan selesai.
Baca Juga: Simak! Ini 5 Cara Agar Bisa Cepat Tidur
Manfaat Tidur Cukup bagi Kesehatan
Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh serta otak menjalankan fungsinya secara optimal. Berikut sejumlah manfaat tidur yang perlu diketahui.
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Tidur berkaitan dengan kesehatan sistem kardiovaskular. Menurut CDC, kebiasaan tidur yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Sebaliknya, kurang tidur secara berulang dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memelihara kesehatan jantung, bersama pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
2. Mendukung Konsentrasi dan Daya Ingat
Tidur juga berperan dalam menjaga kemampuan berpikir, konsentrasi, dan daya ingat.
Ketika waktu tidur tidak mencukupi, seseorang dapat mengalami kesulitan untuk fokus, lebih mudah melakukan kesalahan, atau merasa kurang waspada saat menjalankan aktivitas.
Memenuhi kebutuhan tidur membantu mendukung fungsi kognitif sehingga seseorang dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih baik.
3. Membantu Mengatur Suasana Hati
Kualitas tidur berkaitan dengan kesejahteraan emosional. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati.
Sebaliknya, tidur yang cukup membantu mendukung fungsi otak dan pengaturan emosi.
Baca Juga: Cara Agar Tidak Bau Mulut Saat Puasa, Tetap Percaya Diri Sepanjang Hari
Oleh karena itu, menjaga waktu istirahat penting dilakukan sebagai bagian dari upaya memelihara kesehatan fisik sekaligus mental.
4. Mendukung Metabolisme Tubuh
Tidur juga berhubungan dengan proses metabolisme dan pengaturan berat badan.
CDC mencatat bahwa tidur yang cukup dapat membantu menjaga berat badan yang sehat. Sementara itu, kebiasaan kurang tidur dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan metabolik, termasuk diabetes tipe 2.
Meski demikian, berat badan dan kesehatan metabolik tidak hanya ditentukan oleh durasi tidur. Pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, serta kondisi kesehatan juga berperan.
5. Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh
Tidur merupakan bagian penting dari pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan. Waktu istirahat yang memadai mendukung berbagai proses tubuh yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik.
Karena itu, tidur cukup sebaiknya dipadukan dengan kebiasaan sehat lainnya, seperti mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan menjaga kebersihan diri.
Apa Dampak Kurang Tidur bagi Tubuh?
Kurang tidur dapat menimbulkan dampak yang terasa dalam jangka pendek maupun berkaitan dengan risiko kesehatan dalam jangka panjang.
Dalam jangka pendek, seseorang bisa merasa mengantuk pada siang hari, mengalami penurunan konsentrasi, lebih mudah tersinggung, dan kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan perhatian.
Rasa kantuk juga dapat mengurangi kewaspadaan ketika berkendara atau mengoperasikan mesin. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan sehingga tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: 5 Cara Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Tidur, Dijamin Pulas Setiap Malam
Jika kebiasaan kurang tidur berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan obesitas.
Meski demikian, hubungan antara kurang tidur dan penyakit tidak berarti setiap orang yang tidur kurang dari tujuh jam pasti mengalami kondisi tersebut. Risiko kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup dan kondisi medis.
Tips Menjaga Kualitas Tidur
Selain memenuhi durasi tidur yang dianjurkan, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat pada malam hari.
1. Tidur dan Bangun pada Waktu yang Teratur
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Jadwal yang konsisten dapat membantu menjaga ritme tidur tubuh.
2. Batasi Penggunaan Perangkat Elektronik Sebelum Tidur
CDC menyarankan untuk mematikan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum waktu tidur.
Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi gangguan menjelang tidur dan memberi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Pastikan kamar tidur cukup tenang, gelap, dan sejuk sesuai kenyamanan. Lingkungan yang mendukung dapat membantu seseorang lebih mudah beristirahat.
4. Perhatikan Konsumsi Kafein
Hindari mengonsumsi kafein pada sore atau malam hari jika zat tersebut membuat sulit tidur. Kafein dapat ditemukan dalam kopi, teh, minuman energi, serta beberapa jenis minuman lainnya.
5. Lakukan Aktivitas Fisik secara Teratur
Aktivitas fisik secara rutin merupakan bagian dari pola hidup sehat dan dapat membantu mendukung kualitas tidur. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh dan jadwal sehari-hari.
6. Hindari Makan Besar Menjelang Tidur
CDC menyarankan untuk menghindari makan dalam porsi besar sebelum tidur. Jika merasa lapar, pilih makanan ringan sesuai kebutuhan dan perhatikan apakah makanan tertentu menimbulkan rasa tidak nyaman ketika berbaring.
Baca Juga: Sering Diledek Kayak Bocil, Ini 5 Cara Agar Terlihat Dewasa dengan Bijaksana
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika kesulitan tidur terjadi secara berulang, rasa kantuk berlebihan mengganggu aktivitas, atau tubuh tetap terasa lelah meski waktu tidur sudah cukup, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari maupun gangguan tidur yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Dengan memahami kebutuhan tidur dan membangun rutinitas yang konsisten, seseorang dapat menjadikan tidur sebagai bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - seseorang merasa kesal saat alarm berbunyi di pagi hari karena kurang tidur. (Magnific)