Tips Aman Menghangatkan Masakan Bersantan Sisa Lebaran Menurut Ahli Gizi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 13:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Memasak opor ayam menggunakan tungku. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin) Arsip Foto - Memasak opor ayam menggunakan tungku. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dietisien Yesi Herawati membagikan tips aman dalam menangani serta memanaskan kembali masakan bersantan sisa Lebaran agar tetap layak konsumsi dan tidak membahayakan kesehatan.

Dalam keterangannya, Yesi yang berasal dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin menjelaskan bahwa makanan seperti opor ayam atau rendang masih dapat dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, selama disimpan dengan baik dan dipanaskan kembali menggunakan metode yang tepat.

"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan," kata Yesi.

Ia menambahkan, pemanasan makanan harus mencapai suhu tertentu agar aman dikonsumsi kembali.

"Disarankan memanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik," ia menjelaskan.

Baca Juga: Tips Sehat Terhindar dari Penyakit Tifus

Menurutnya, masakan berkuah sebaiknya direbus kembali hingga mendidih sebelum disajikan ulang. Sementara makanan tanpa kuah dapat dipanaskan dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan alat seperti oven, microwave, maupun air fryer.

Namun demikian, Yesi mengingatkan agar tidak memanaskan makanan secara berulang karena dapat menurunkan kualitas sekaligus membahayakan kesehatan.

"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," katanya.

"Selain itu, juga bisa menyebabkan keracunan makanan jika suhu dan durasi pemanasan tidak tepat. Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat Celsius," ia menambahkan.

Ia juga menyoroti bahwa makanan yang mengandung sayuran hijau sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali. Hal ini karena kandungan nitrat di dalamnya dapat berubah menjadi zat karsinogenik yang berisiko memicu kanker.

Baca Juga: Pesan dari Pristine 8.6+ untuk Hidup Sehat Harus Seimbang

Untuk penyimpanan, Yesi menyarankan agar sisa makanan dibagi dalam porsi kecil dan disimpan dalam wadah tertutup rapat di dalam lemari pendingin. Dengan cara ini, makanan dapat bertahan lebih lama tanpa cepat basi.

Menurutnya, makanan yang disimpan di dalam chiller dapat bertahan selama 3-4 hari, sedangkan jika dibekukan di freezer bisa bertahan hingga 3-4 bulan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyimpanan terlalu lama dapat memengaruhi kelembapan serta cita rasa makanan.

(Sumber: Antara)

x|close