Pengadilan Militer Klarifikasi Penundaan Sidang Kasus Staf Zaskia Adya Mecca

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 06:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pasangan selebritas Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo saat mendatangi Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk undangan kasus dugaan pemukulan terhadap stafnya, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Instagram/@zaskiadyamecca Pasangan selebritas Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo saat mendatangi Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk undangan kasus dugaan pemukulan terhadap stafnya, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Instagram/@zaskiadyamecca (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Juru bicara Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Endah Wulandari, memberikan penjelasan terkait ramainya perbincangan di media sosial mengenai unggahan artis Zaskia Adya Mecca tentang penundaan sidang dugaan pemukulan terhadap stafnya. Endah menegaskan bahwa proses pemanggilan sidang sepenuhnya merupakan kewenangan oditur militer, sementara pengadilan hanya berperan sebagai penyelenggara sidang.

"Jadi, saya ingin menyampaikan untuk pemanggilan sidang menjadi kewenangan dari oditur militer. Kita menjadi penyelenggara sidang hari ini Pengadilan Militer memang tidak ada sidang," kata Endah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa penundaan sidang terjadi bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan kondisi dan prioritas internal di tingkat Oditurat Militer.

Menurut Endah, sidang yang melibatkan sopir dari pihak Zaskia sebelumnya telah dijadwalkan ulang untuk digelar hari ini setelah sempat dibuka pada 31 Maret 2026. Namun, pada waktu yang bersamaan, oditurat militer menerima pelimpahan berkas perkara besar lainnya, yaitu kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Hal ini membuat oditur memprioritaskan penanganan perkara tersebut.

Baca Juga: Praka NC, Penganiaya Karyawan Zaskia Mecca Ditetapkan Jadi Tersangka

"Karena ada pelimpahan berkas perkara yang cukup penting, oditur meminta agar sidang ditunda. Jadi memang hari ini tidak ada sidang sama sekali,” jelas Endah. Selain itu, faktor ketidakhadiran saksi korban juga menjadi alasan penundaan, termasuk pelapor yang tidak hadir. Bahkan, oditur yang seharusnya mengikuti persidangan juga tidak berada di lokasi karena fokus pada administrasi pelimpahan perkara.

Menanggapi pernyataan Zaskia yang mengaku datang bersama dua saksi, Endah mengklarifikasi bahwa kemungkinan kedua orang tersebut bukan saksi korban utama, melainkan pihak lain yang tidak berperan sebagai pelapor. Ia juga menegaskan bahwa kondisi pengadilan yang tampak sepi terjadi karena memang tidak ada sidang yang berlangsung pada hari tersebut.

Terkait aktivitas di lingkungan pengadilan, Endah menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan waktu dengan menggelar kegiatan lain di luar kantor, seperti olahraga bersama, sebagai bagian dari upaya membangun zona integritas.

"Kegiatan olahraga di luar untuk menarik zona integritas kami. Tapi itu dilakukan setelah ada permohonan dari oditur untuk menunda Sidang. Jadi seluruh sidang hari ini memang tidak ada," ucapnya.

Untuk kelanjutan perkara, Endah memastikan bahwa sidang akan dijadwalkan kembali pada Rabu, 8 April 2026. Namun, proses pemanggilan saksi tetap berada di bawah kewenangan oditur militer. Ia juga menyebutkan bahwa pihak oditur telah menyampaikan permohonan maaf dan sedang menyiapkan klarifikasi resmi guna menghindari kesalahpahaman publik.

Sementara itu, unggahan Zaskia Adya Mecca di media sosial turut menjadi sorotan luas. Bersama suaminya, Hanung Bramantyo, serta dua orang saksi, ia mengaku telah datang ke Pengadilan Militer Jakarta pada pukul 09.50 WIB berdasarkan surat panggilan sidang lanjutan kasus ‘Faisal dan Kala’.

"Jujur surprise ternyata kasus ini masih lanjut, karna kami kehilangan update kasus sejak Oktober," tulis Zaskia.

Zaskia mengaku terkejut saat tiba di lokasi karena suasana pengadilan tampak kosong.

"Kaget banget pas sampai di @pengadilanmiliterjakarta ga ada orang. Hanya ada tukang. Lampu-lampu di ruangan gelap," ungkapnya. Ia juga menyebut bahwa petugas di lokasi tidak dapat memberikan informasi pasti terkait penundaan sidang.

Zaskia kemudian mencoba menghubungi pihak pengirim surat panggilan melalui WhatsApp, namun mendapat jawaban yang tidak pasti. "Di wasap ke pengirim surat panggilan sidang jawabannya, 'oh? Emang batal sidangnya?'," tulis Zaskia.

Atas kejadian tersebut, Zaskia mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan sidang.

Baca Juga: Anak Pengungsi di Aceh Tamiang Ketakutan Saat Bertemu Zaskia Mecca, Gegara Hal Ini

"Harusnya siapa yang mengabarkan ke kami kalau sidang batal? Lalu kapan lagi kalau di-reschedule?... Bukannya persidangan ini hal yang melibatkan banyak orang? Kenapa kalau cancel orang-orang yang terkait dan dipanggil dilupakan begitu saja? Apa ini hal yang biasa terjadi di persidangan militer?," katanya.

Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan terhadap salah satu karyawan Zaskia bernama Faisal, yang terjadi saat mengantar anaknya ke sekolah pada Senin, 22 September 2025 pagi. Insiden tersebut berlangsung di Jalan Ampera Raya, tepatnya di depan restoran Shabu Hachi sekitar pukul 07.15 WIB.

Pelaku sempat diamankan warga, namun mengaku sebagai “anggota 30” tanpa penjelasan lebih lanjut sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan motor vespa berwarna pink dengan nomor polisi B 3701 FRM.

(Sumber: Antara)

x|close