Infografik: Lindungi Si Kecil dari Campak dengan Imunisasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 15:02
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan imunisasi guna mencegah penyebaran campak serta dampak seriusnya bagi kesehatan anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan imunisasi guna mencegah penyebaran campak serta dampak seriusnya bagi kesehatan anak. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggencarkan program imunisasi guna melindungi anak dari penyakit campak yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus menjaga kesehatan anak sejak dini.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia per 28 Februari 2026, campak dapat menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari infeksi otak yang memicu perubahan kepribadian hingga gangguan saraf, infeksi telinga yang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran, hingga radang paru-paru akibat virus atau bakteri.\

Selain itu, campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit lain.

Baca Juga: Dokter: Campak Bisa Sembuh Sendiri, Tapi Waspadai Komplikasi

Dalam pelaksanaannya, imunisasi campak diberikan melalui vaksin Measles Rubella (MR) sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5–7 tahun.

Masyarakat dapat mengakses layanan imunisasi gratis di berbagai fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, rumah sakit pemerintah, hingga sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Orang tua diimbau membawa identitas dan buku catatan vaksinasi saat mengakses layanan tersebut.

Berikut Infografiknya:

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan imunisasi guna mencegah penyebaran campak serta dampak seriusnya bagi kesehatan anak. <b>(Antara)</b> Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan imunisasi guna mencegah penyebaran campak serta dampak seriusnya bagi kesehatan anak. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close