Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Kuba dengan menyebut Washington berencana mengambil alih negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump ketika konflik terkait Iran belum sepenuhnya berakhir. Dalam sebuah acara di West Palm Beach, Jumat, 1 Mei 2026 Trump menyinggung kemungkinan pengerahan kapal induk Amerika Serikat ke wilayah lepas pantai Kuba.
"Kuba akan kita rebut segera mungkin. Orang-orang Kubva mendapat masalah," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu, 3 Mei 2026.
Trump memberi sinyal bahwa langkah tersebut berkaitan dengan keterlibatan AS dan Israel dalam konflik melawan Iran. Ia mengatakan kapal Angkatan Laut AS kemungkinan akan diarahkan ke Kuba setelah kembali dari operasi terkait Iran.
Trump juga kembali menyatakan keyakinannya bahwa demonstrasi kekuatan militer AS akan membuat Kuba menyerah tanpa perlawanan besar.
Baca Juga: Trump Bongkar Obrolan Pribadi dengan Raja Charles soal Iran, Pengamat Kerajaan Terkejut
"Mereka akan berkata 'terima kasih banyak. Kami menyerah.' Saya suka menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump.
Trump turut menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah individu dan entitas yang terkait dengan Kuba. Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut diambil karena alasan ancaman terhadap keamanan nasional dan kepentingan luar negeri Amerika Serikat.
Dalam beberapa kesempatan terakhir, Trump juga berulang kali menyebut Kuba sebagai “target selanjutnya” setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. (Foto: ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)