Di Hari Pancasila, Prabowo Ingatkan Ancaman Korupsi dan Penyelewengan dalam Upaya Transformasi Bangsa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jun 2026, 13:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo: Pancasila Bukan Ruang Kosong Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo: Pancasila Bukan Ruang Kosong (Deddy Setiawan)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia menuju transformasi besar sebagai bangsa tidak akan berjalan mudah. Menurutnya, berbagai tantangan dan hambatan akan muncul, termasuk dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi dan penyimpangan.

Dalam pidatonya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan transformasi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

"Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar, tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan," ucap Prabowo dalam pidatonya di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Presiden menegaskan bahwa perubahan besar yang tengah dijalankan akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlawanan dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan terhadap praktik korupsi, penyelewengan, dan aktivitas ekonomi ilegal.

"Kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelewengan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," paparnya menambahkan.

Baca Juga: Prabowo: Perekonomian Indonesia harus berdasarkan Pancasila

Prabowo menilai Indonesia harus mampu bertransformasi menjadi negara yang besar, tangguh, dan berani mengambil langkah yang tepat demi kepentingan rakyat dan bangsa.

"Kita mungkin akan menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita," ucap Prabowo.

Selain menyoroti tantangan transformasi bangsa, Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya memikirkan masa depan generasi penerus. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh mengorbankan masa depan anak cucu demi memperoleh keuntungan atau kenyamanan sesaat.

Prabowo juga mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap negara lain. Menurutnya, kemandirian menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

"Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan kepada kita. Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain atau kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," ucapnya lagi.

Pada upacara tersebut, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara, sementara jabatan komandan upacara diemban oleh Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB dengan mengenakan jas biru dongker yang dipadukan dengan songkok dan dasi berwarna biru.

Momen Prabowo Gandeng Tangan Megawati Usai Upacara Hari Lahir Pancasila  <b>(Istimewa)</b> Momen Prabowo Gandeng Tangan Megawati Usai Upacara Hari Lahir Pancasila (Istimewa)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga hadir dalam upacara tersebut dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru muda. Sebelum memasuki lapangan upacara, Prabowo terlihat berjalan bersama Gibran dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merupakan momentum untuk mengenang pidato Bung Karno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yang memperkenalkan konsep dasar negara bernama Pancasila.

Turut hadir dalam upacara tersebut sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.

x|close