A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kapal Induk Gerald R. Ford AS Tinggalkan Timur Tengah - Ntvnews.id

Kapal Induk Gerald R. Ford AS Tinggalkan Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal Induk AS Kapal Induk AS (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan meninggalkan kawasan Timur Tengah. Dengan kepergian kapal tersebut, kini hanya tersisa dua kapal induk AS di wilayah itu, yakni USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush.

USS Gerald R. Ford diketahui telah menjalani operasi di laut selama lebih dari 10 bulan. Durasi tersebut mencatatkan rekor sebagai masa penugasan terlama bagi kapal induk AS sejak berakhirnya Perang Vietnam.

Pada 12 Maret lalu, dua pelaut di kapal induk itu mengalami luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di ruang laundry utama kapal, sebagaimana dilaporkan Angkatan Laut AS.

Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan penerapan "aturan baru" di sepanjang garis pantai Iran yang berada di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut dijalankan atas arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sindir Negara Arab Jad Boneka Amerika di Timur Tengah

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pada Jumat, 1 Mei 2026, bahwa Angkatan Laut IRGC akan mengendalikan “hampir 2.000 kilometer (1.243 mil) garis pantai Iran” di wilayah tersebut.

Pengendalian itu disebut bertujuan menjadikan “perairan ini sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran yang mulia, dan sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan tersebut,” menurut laporan Press TV.

Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang dijelaskan terkait kebijakan baru tersebut.

Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln <b>(The Aviation Geek Club)</b> Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (The Aviation Geek Club)

Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat setelah Teheran membatasi lalu lintas di jalur strategis itu sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April. Meski demikian, perundingan itu tidak menghasilkan kesepakatan final.

Presiden AS Donald Trump selanjutnya secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru atas permintaan Pakistan.

Sejak 13 April, Amerika Serikat juga mulai menerapkan blokade angkatan laut yang menyasar lalu lintas maritim Iran di kawasan jalur perairan tersebut.

x|close