Ntvnews.id, Teheran - Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya kini memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, sehingga tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan dari pihak Iran.
Mengendalikan Selat Hormuz disebut sebagai "hak inheren" Iran yang selama ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan, sebagaimana disampaikan Akraminia dalam pernyataan yang disiarkan media Iran pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca Juga: Trump Ragukan Proposal Damai Baru Iran, Isyaratkan Konflik Bisa Pecah Lagi
"Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat dan militer negara di wilayah timur mengendalikan selat tersebut dengan kekuatan, dan tidak ada kapal, baik milik kawan maupun lawan, yang berhak melewatinya tanpa izin dan otorisasi dari pasukan kami," ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini tengah berupaya meminta izin kepada Iran agar kapal mereka tetap dapat melintasi jalur tersebut.
Sementara itu, kantor berita semiresmi Fars News Agency melaporkan bahwa permintaan tersebut disampaikan melalui berbagai jalur komunikasi resmi seperti teleks dan surat.
Baca Juga: Iran Ajukan 14 Poin Rencana Perdamaian, Soroti Selat Hormuz hingga Sanksi
Iran diketahui mulai memperketat kontrol atas Selat Hormuz sejak 28 Februari, termasuk dengan melarang kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat untuk menggunakan jalur aman, menyusul serangan gabungan yang terjadi di wilayah Iran.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)