Ntvnews.id
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana seperti banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk masa peralihan musim.
"Status siaga darurat bencana diperpanjang dan Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemungkinan peralihan musim yang berpotensi terjadinya kemarau panjang," katanya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca Juga: 12 RT di Jaksel Terendam Banjir Usai Diguyur Hujan Deras
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya status siaga darurat berakhir pada 30 April, namun karena kondisi cuaca ekstrem masih terjadi dan sejumlah bencana masih melanda beberapa wilayah, pemerintah daerah memutuskan untuk memperpanjang status tersebut. Beberapa kejadian terbaru di antaranya banjir bandang di Kecamatan Mande dan Cipanas yang menyebabkan puluhan rumah terendam, bahkan sebagian mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mengusulkan agar status siaga darurat diperpanjang hingga Desember 2026. Hal ini dilakukan mengingat wilayah tersebut sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi menimbulkan kekeringan di sejumlah daerah.
"Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, dimana hal tersebut merupakan perubahan cuaca dimana pada siang cerah atau panas dan saat petang hingga malam terjadi hujan," kata Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Pengalihan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Menurut informasi dari BMKG, setelah periode kemarau basah berakhir, wilayah tersebut diperkirakan akan memasuki musim kemarau lebih cepat pada pertengahan tahun dan berlangsung cukup panjang. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan serta penambahan fasilitas seperti sumur bor dan embung sebagai sumber cadangan air bagi masyarakat.
(Sumber: Antara)
Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian. ANTARA/Ahmad Fikri. (Antara)