Jelang Idul Adha, DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 15:52
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Hewan kurban Hewan kurban (Dompet Dhuafa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. Ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha pada tahun ini.

Menurut Anggota DPR RI Hindun Anisah, pengetatan pengawasan itu bernilai krusial untuk dilakukan guna memastikan seluruh hewan yang diperdagangkan memenuhi standar kesehatan, kelayakan fisik, dan kesesuaian syariat Islam.

"Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti," ujar Hindun, Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, pengawasan yang lemah berisiko meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit. Kondisi itu bukan cuma merugikan masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat membatalkan keabsahan ibadah kurban itu sendiri.

Diketahui, berdasarkan ketentuan syariah dan kesehatan, hewan kurban harus berada dalam kondisi aktif, memiliki nafsu makan baik, serta bebas dari cacat fisik seperti pada bagian ekor maupun telinga.

Lalu, Hindun menyoroti ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menghantui populasi ternak sapi, kambing, dan domba. Ia mengatakan, gejala klinis seperti luka pada mulut dan kaki, demam tinggi, serta kondisi tubuh yang lemah harus diwaspadai secara serius oleh petugas di lapangan.

"Penyebaran PMK dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas daging kurban, mengganggu rantai distribusi ternak, hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional," tuturnya.

Pihaknya meminta pemerintah harus melakukan mitigasi sejak dini. Dinas Peternakan di daerah, harus melakukan cek fisik menyeluruh di pasar-pasar hewan di wilayah masing-masing. Setiap hewan kurban juga harus dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan.

"Pemerintah daerah juga bisa memperketat pemeriksaan lalu lintas ternak antar-daerah sehingga bisa mengantisipasi sejak dini jika hewan kurban terjangkit PMK," tuturnya.

Di samping pengawasan pemerintah, Hindun mengimbau calon pekurban agar lebih jeli dalam memilih hewan. Masyarakat diingatkan untuk tidak sekadar tergiur oleh harga murah atau ukuran hewan yang besar tanpa memerhatikan kondisi kesehatannya.

"Masyarakat harus lebih bijak. Jangan hanya melihat harga dan ukuran, tetapi pastikan hewan tersebut sehat, tidak cacat, dan sesuai syariah. Kesadaran masyarakat adalah kunci karena ibadah kurban bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan," tandas Hindun.

x|close