A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Teror Hantavirus di Kapal Pesiar, Dugaan Varian Andes Picu Penularan Langka - Ntvnews.id

Teror Hantavirus di Kapal Pesiar, Dugaan Varian Andes Picu Penularan Langka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 09:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kapal Pesiar MV Hondius Kapal Pesiar MV Hondius (cruisemapper)

Ntvnews.id, Jakarta - Dugaan kemunculan virus mematikan di kapal pesiar MV Hondius memicu perhatian serius dunia medis. Otoritas kesehatan global, termasuk World Health Organization, mengungkap indikasi yang tidak biasa, kemungkinan penularan antarmanusia dalam kasus yang melibatkan hantavirus. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, dan pola penyebarannya kini menjadi fokus penyelidikan intensif.

Pernyataan dari pihak WHO menggarisbawahi dugaan tersebut. “Asumsi kami adalah mereka terinfeksi sebelum naik ke kapal, namun kami meyakini mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat, seperti pasangan suami istri atau orang yang berbagi kabin,” ujar Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi dan penasihat teknis WHO.

Secara umum, hantavirus dikenal tidak mudah menular antar manusia. Virus ini biasanya menyebar melalui paparan partikel udara yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus. Namun, situasi di kapal pesiar ini mengarah pada kemungkinan keterlibatan Varian Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular melalui kontak sangat dekat, terutama melalui cairan tubuh.

Baca Juga: BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun

Sabra Klein, profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menekankan bahwa mekanisme penularan varian ini sangat berbeda dibandingkan virus pernapasan yang lebih umum.

"Ini tidak seperti Covid. Varian Andes memerlukan tingkat kontak yang signifikan dengan cairan tubuh. Studi kasus menunjukkan penyebaran biasanya terjadi di antara pasangan suami istri atau orang yang tinggal bersama secara intim. Ini masih sangat langka," jelas Klein kepada NBC News.

Meski jarang, tingkat bahayanya tergolong tinggi. Varian Andes memiliki tingkat kematian hingga 40 persen, jauh melampaui varian lain seperti Sin Nombre di Amerika Serikat yang berada di kisaran 25 persen. Hingga kini, belum tersedia pengobatan spesifik maupun vaksin. Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif, seperti terapi oksigen untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Situasi di atas kapal semakin kompleks dengan diberlakukannya karantina terhadap sekitar 150 penumpang dan kru. Kapal tersebut kini berada di lepas pantai Tanjung Verde, sementara seluruh individu di dalamnya berada dalam pengawasan ketat. Ancaman belum sepenuhnya berlalu, mengingat masa inkubasi virus ini dapat berlangsung hingga delapan minggu, periode yang cukup panjang untuk memunculkan kasus baru.

Baca Juga: Halte Manggarai Ditutup Sementara Mulai 6 Mei 2026

Rencana selanjutnya, kapal akan diarahkan menuju Kepulauan Canary. Setibanya di sana, seluruh penumpang dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh sebelum dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Asal mula wabah masih menjadi teka-teki. Dr. Lucille Blumberg, spesialis penyakit menular dari Afrika Selatan, menduga penularan awal mungkin terjadi saat kegiatan pengamatan burung di daratan. Namun, kepastian masih menunggu hasil analisis lanjutan melalui pengurutan genetik virus untuk mengidentifikasi sumber infeksi secara akurat.

Di tengah ketidakpastian ini, tekanan psikologis menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang terisolasi di atas kapal.

"Saya tahu ini pasti menakutkan; merasa takut bahwa Anda mungkin telah terpapar virus demam berdarah yang sangat mengerikan. Itu sangat mencemaskan," tambah Klein.

x|close